Penantian Gaza sementara usai, beribu liter air dikirim dari Indonesia.

Di Gaza, air bersih kini menjadi kemewahan yang hampir mustahil didapatkan. Krisis panjang, kerusakan infrastruktur, blokade, dan keterbatasan energi membuat jutaan warga terperangkap dalam kondisi yang tidak manusiawi. Lebih dari 90% sumber air tidak layak minum. Sumur-sumur rusak, pipa-pipa hancur, dan fasilitas penyulingan air berhenti bekerja karena tidak ada bahan bakar.
Bagi keluarga di Palestina, bertahan hidup berarti mencari air apa pun yang tersedia, bahkan jika itu keruh, tercemar, atau hanya cukup untuk beberapa teguk. Anak-anak rela berjalan puluhan kilometer hanya untuk membawa pulang beberapa tetes air. Para ibu menahan haus sepanjang hari agar anaknya lebih banyak minum. Rumah sakit tak punya cairan steril untuk merawat pasien. Dapur umum harus menakar setiap tetes agar bisa tetap memasak.

Menemani Palestina berjuang hadapi krisis air, Kasih Palestina bersama donatur sekalian kembali kirimkan puluhan liter air.
Salah satu wilayah terdampak parah dari krisis air bersih yang terjadi adalah Daerah Al Buraq, Distrik Jepang, Blok C, Universitas Al Aqsa, Khan Younis, yang menampung ribuan keluarga pengungsi. Banyak yang tinggal di kamp-kamp pengungsian dengan akses air bersih terbatas. Terkadang mereka terpaksa mengonsumsi air yang tidak layak hingga mengancam kesehatan.
Akhirnya, sebagai respons cepat untuk mengatasi krisis air, Kasih Palestina berhasil mengirimkan 80.000 liter air bersih pada tanggal 13-14 September 2025. Distribusi dilakukan melalui stasiun desalinasi ETA yang mampu mencukupi kebutuhan 10.000 pengungsi di wilayah tersebut.
Alhamdulillah, kini kurang lebih 40.000 liter air bersih mengalir setiap harinya yang dapat digunakan setiap keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka menggunakannya untuk memasak, mandi, mencuci, berwudu bahkan sebagai air minum dalam kondisi darurat.

Terima kasih, Sahabat Kasih Palestina, yang berhasil Sahabat alirkan bukan hanya air bersih, tapi juga penyembuh, penguat, dan pengingat bahwa Gaza tidak sendiri. Dengan adanya truk yang membawa puluhan ribu liter air bersih, mereka percaya bahwa akan selalu ada yang menemani mereka berjuang, mereka percaya bahwa akan selalu ada yang membawa harapan menjanjikan.
Meski banyak bantuan tersalurkan, krisis air bersih di Palestina belum selesai. Mari kita lanjutkan aliran kebaikan ini dan hadirkan harapan melalui air bersih. Ketika air bersih mengalir, kehidupan pun ikut mengalir.
Lanjutkan kebaikanmu DI SINI
๐ Website: www.kasihpalestina.com
๐ธ Instagram: @kasihpalestina
















Pada 30 Oktober - 2 November 2024, Kasih Palestina menyalurkan 80.000 liter air ke 5 titik pengungsian di Khan Younis, yaitu Kamp Ashda’, Kamp Ashda’, Kamp Al-Hibah, Kamp Al-Wafa dan Kamp Al-Nur.




