Forhumanity.id – Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw membagi Ramadhan menjadi tiga bagian: sepuluh hari pertama sebagai rahmat, sepuluh hari kedua sebagai maghfirah (ampunan), dan sepuluh hari terakhir sebagai pembebasan dari api neraka. Oleh karena itu, 10 hari pertama Ramadhan memiliki kedudukan istimewa sebagai fase turunnya rahmat Allah yang begitu luas.
1. Turunnya Rahmat Allah yang Melimpah
Pada 10 hari pertama, Allah SWT melimpahkan kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba yang bersungguh-sungguh dalam ibadah. Rahmat Allah mencakup ketenangan hati, kemudahan dalam beramal, serta keberkahan dalam setiap aktivitas.
Rasulullah Saw bersabda:
“Apabila datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa suasana spiritual di awal Ramadhan sangat mendukung seorang Muslim untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.
2. Momentum Memperbaiki Niat dan Kebiasaan
Sepuluh hari pertama adalah fondasi untuk menjalani Ramadhan secara maksimal. Jika awalnya sudah kuat—shalat tepat waktu, tilawah Al-Qur’an rutin, menjaga lisan, dan memperbanyak sedekah—maka hari-hari berikutnya akan lebih ringan dijalani.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183 bahwa puasa diwajibkan agar kita menjadi orang yang bertakwa. Ketakwaan ini dibangun sejak hari pertama Ramadhan.
3. Pahala yang Dilipatgandakan

Setiap amal kebaikan di bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya. Ibadah sunnah bernilai seperti ibadah wajib, dan ibadah wajib dilipatgandakan berkali-kali lipat. Maka, 10 hari pertama adalah kesempatan emas untuk mengumpulkan pahala sebanyak mungkin.
Amalan yang dianjurkan pada 10 hari pertama antara lain:
- Memperbanyak tilawah Al-Qur’an
- Menjaga shalat berjamaah
- Memperbanyak doa dan dzikir
- Bersedekah kepada yang membutuhkan
- Menjaga akhlak dan lisan
4. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak, terutama saat berbuka. Di 10 hari pertama, ketika semangat masih membara, doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh harap menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah.
Ini adalah waktu yang tepat untuk memohon:
- Ampunan atas dosa-dosa masa lalu
- Kesehatan dan keberkahan hidup
- Keteguhan iman
- Kebaikan dunia dan akhirat
5. Awal Perubahan Diri

Banyak orang menjadikan Ramadhan sebagai titik balik kehidupan. Perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil di hari-hari awal. Jika 10 hari pertama diisi dengan kesungguhan, maka Ramadhan akan menjadi sarana transformasi spiritual yang nyata.
Sepuluh hari pertama Ramadhan adalah fase turunnya rahmat Allah yang luas dan tak terbatas. Jangan sampai kita menyia-nyiakan momen berharga ini. Jadikan awal Ramadhan sebagai start terbaik untuk meraih keberkahan, ampunan, dan ridha Allah SWT.
Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan rahmat di awal Ramadhan, ampunan di pertengahannya, dan pembebasan dari api neraka di akhirnya. Aamiin.
