Kondisi Terbaru Gaza: Semakin Hari Semakin Hancur

Forhumanity.id –  Berbicara tentang Palestina memang tidak ada habisnya. Karena genosida yang terjadi di Palestina pun belum berhenti. Masih banyak cerita perjuangan saudara kita di sana yang rela mengambil risiko berat demi memperjuangkan negerinya. Sejak penyerangan yang terjadi pada Oktober 2023, berdasarkan data dari gdd.org sebanyak 55.637 orang syahid dan 129.880 luka-luka termasuk perempuan dan anak-anak.

Infrastruktur di Gaza pun sudah tak ada bentuknya lagi. Semuanya rusak hanya tersisa puing-puing yang runtuh. Suadara kita di Gaza kehilangan sumber primernya. Mereka menjadi pengungsi di kotanya sendiri karena rumahnya hancur. Mereka kelaparan dan kehausan karena sumber airnya keruh, pertanian dan toko bahan makanannya pun hancur, serta harga-harga semakin melonjak tinggi sehinnga menyulitkan mereka apalagi yang kehilangan pekerjaan.

Sebanyak 454.000 unit-unit perumah terdampak, sepanjang 1.622 km jaringan air hancur, dan sebanyak 112.930.000 m2 lahan pertanian pun rusak. Semua kehancuran, luka dan duka ini disebabkan karena 100.000 ton bom yang telah dijatuhkan oleh agresi militer Israel di Jalur Gaza. 

Tak hanya itu, saudara kita di Gaza tak tahu harus berobat ke mana lagi karena 22 rumah sakit dan 212 fasilitas medis di Jalur Gaza tidak beroperasi. Para penerus bangsanya para Nabi ini pun terancam tak dapat mewujudkan cita-citanya di masa depan karena 1.760 fasilitas edukasi pun rusak sehingga mereka tidak bisa melanjutkan pendidikannya. 

Seorang perempuan di Gaza kehilangan anaknya. Dokumentasi: Instagram/yousef_alzanoun.

Realita ini bukan sekadar angka, tapi juga menyangkut keselamatan saudara kita di Gaza yang patut kita perjuangkan. Ini bukan soal agama, tapi ini adalah tentang hati nurani kemanusiaan yang tak mengenal batas negara. Selama bertahun-tahun, Gaza menjadi saksi penderitaan genosida yang tak kunjung usai. Mereka menjadi pengungsi dan terusir dari negerinya sendiri yang ingin dirampas oleh para penjajah yang haus akan kekuasaan. 

Kita tidak boleh diam. Karena diam berarti membiarkan ketidakadilan untuk menang dan  membiarkan kekerasan terus berlangsung. Sebagai seseorang yang hidup jauh dari peperangan adalah sebuah privilege. Hal ini berarti kita masih punya kesempatan untuk berteriak lebih keras lagi agar dunia tahu apa yang terjadi di Gaza. Lewat media sosial, donasi, aksi turun ke jalan. Semua aksi kita itu dibutuhkan saudara kita di Gaza untuk keadilan dan kemerdekaannya.

 

Teruslah bersuara untuk saudara kita di Gaza bagaimana pun caranya. Biarkan semua orang tahu, dan mendesak para pemimpin dunia yang lebih berkuasa untuk bertindak lebih adil bagi Gaza, Palestina! 🇵🇸

Temukan dan Hubungi Kami di :

© For Humanity. All rights reserved