Forhumanity.id – Gaza sedang berada di titik kritis. Genosida telah menghancurkan setiap aspek kehidupan saudara kita di sana. Sekarang kebutuhan primer di Gaza menjadi barang langka yang mahal harganya. Setiap kebutuhan melambung tinggi harganya dan warga Gaza tidak bisa membelinya karena mereka kehilangan pekerjaan, tempat tinggal, hingga kerabat dan keluarganya.
Menurut gdd.org, sebanyak 2.000.000 orang di Gaza mengungsi di tenda-tenda dan tempat pengungsian. Padahal Gaza adalah rumah mereka. Tapi karena 100.000 ton bom Israel telah menghantam Gaza sejak Oktober 2023, mereka jadi tak punya apa-apa lagi. Sejak saat itu, sebanyak 55.706 saudara kita di Gaza syahid dan 130.101 orang luka-luka termasuk anak-anak dan perempuan, serta 11.200 orang dilaporkan hilang.
Rumah mereka pun tinggal tersisa puing-puing dan debu. Mereka tidak tahu apakah rumahnya masih utuh. Jika mereka kembali pun, belum tentu bisa mereka kenali lagi karena bentuknya telah rata dengan tanah. Sebanyak 454.000 unit bangunan rumah telah rusak hingga tak berbentuk. Selain terusir oleh pasukan Israel, hal ini juga membuat mereka menjadi pengungsi di negerinya sendiri.

Setetes air yang seharusnya mudah ditemukan di mana saja, kini menjadi sulit ditemukan keberadaannya. Limpahan air yang mereka miliki sudah membahayakan jika digunakan. Karena 97% air di Gaza tidak layak untuk dikonsumsi. Sejauh 1.622 km jairnganjaringan air di Gaza hancur dan 2.523 sumur rusak sehingga tak sedikit saudara kita di Gaza yang mengalami dehidrasi dan masalah sanitasi.
Makanan yang sama pentingnya dengan air pun harganya sudah tak masuk akal. Maka dari itu, sebanyak 80% populasi di Gaza sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan. Limpahan lahan pertanian yang Gaza miliki juga sirna oleh serangan. Lahan pertanian seluas 112.930.000 m2 rusak karena genosida ini. Menurut UNICEF, sejak awal tahun 2025 lebih dari 9.000 anak-anak mengalami kasus kelaparan akut.
Meskipun keadaan di Gaza sangat memprihatinkan, sayangnya akses bantuan untuk saudara kita di Gaza sangat sulit untuk masuk. Bahkan UNICEF mencatat, lebih dari 1 juta anak di Gaza tidak mendapatkan bantuan kemanusiaan lebih dari satu bulan.
Oleh karena itu, Gaza butuh kita untuk membantu mereka dari kesulitan di tengah genosida yang belum berhenti. Sepaket bantuan darimu bisa selamatkan kehidupan saudara kita yang sedang sekarat di Gaza. Yuk kita satukan langkah bersama Kasih Palestina untuk menghilangkan satu beban yang saudara kita di Gaza sedang lalui!