Forhumanity.id – Pagi yang cerah menyambut Gaza dengan lantunan takbir sebagai tanda perang dihentikan dan gencatan senjata telah disepakati. Suara bom mereda, anak-anak kembali tertawa, satu per satu individu kembali ke keluarga dari perjuangan panjang tanpa kabar. Satu napas lega bisa dihela oleh jutaan warga Gaza. Tanggal 10 Oktober 2025, jadi hari yang diharapkan sebagai mulainya ketenangan di Gaza karena gencatan senjata. Tapi, apakah senjata di Gaza benar-benar menjauhi saudara kita di sana?
Nyatanya, 100 orang di Gaza syahid dan 230 orang lainnya luka-luka sejak gencatan senjata rapuh (Aljazeera, 2025). Makanan dan kebutuhan hidup pun masih dipersulit masuk oleh Israel. Pasokan pangan ke gaza masih kurang dari target harian yaitu sebesar 2.000 ton karena sulitnya akses bantuan untuk masuk. Ribuan keluarga terpaksa meninggalkan rumahnya di bagian timur Jalur Gaza karena diusir oleh Israel. Kini, orang-orang menumpuk di tengah kota, terutama ke arah barat dan beberapa wilayah lain di Gaza.

Apalagi, saat ini Gaza telah memasuki musim dingin yang menusuk tubuh karena minim penghangat dan pasokan makanan. Segala kebutuhan hidup sulit untuk didapatkan dan juga kehangatan di tengah dinginnnya genosida di Gaza. Musim dingin kali ini dilalui tanpa rumah hanya tenda yang usang, tanpa penghangat dan makanan hangat, serta akses kesehatan dan air bersih yang masih sulit dijangkau dan masih banyak lagi, seperti:
- Sekitar 1,5 juta orang di Gaza butuh peralatan untuk berlindung (reliefweb, 2025)
- 1,5 juta individu butuh perlengkapan rumah tangga (reliefweb, 2025)
- Pada 15 September 2025, hanya 1.448 tenda yang menjangkau Gaza wilayah tengah tapi tidak ada satu pun yang menjangkau wilayah utara (reliefweb, 2025)
- Jumlah makanan yang masuk ke Gaza masih kurang dan yang masuk sebanyak 560 ton makanan setiap hari sejak gencatan senjata dimulai (WFP, 2025)
- Suplai nutrisi untuk mencegah dan mengobati malnutrisi akut (UNICEF)
- Kebutuhan musim dingin seperti , baju musim dingin, selimut, terpal dan tenda untuk mengungsi (UNICEF)
- Air bersih, kebutuhan sanitasi, bantuan medis, serta uang tunai (UNICEF)
Gencatan senjata di Gaza hanya janji manis semata yang tak benar-benar dilakukan. Mimpi indah itu seakan pudar dan saudara kita di Gaza masih butuh bantuan kita terutama di musim dingin ini. Sahabat yuk bareng-bareng kita bantu saudara kita di Gaza yang sedang kedinginan di tengah gencatan senjata yang tak tentu ini. Meskipun perang mereda, tapi kesulitan yang mereka hadapi masih tetap sama. Bersama For Humanity, kita bantu saudara Palestina!