Forhumanity.id – Gencatan senjata di Gaza akhirnya dilakukan setelah 15 bulan genosida yang telah memakan korban sebanyak lebih dari 47.000 orang syahid di Gaza. Gencatan senjata diumumkan pada 15 Januari 2025 dan dimulai 4 hari setelah pengumuman, setelah berbulan-bulan negosiasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir.
Sebelum itu, mari kita tarik proses pengesahan keputusan gencatan senjata di Gaza dari beberapa bulan ke belakang.
Proses Penetapan Gencatan Senjata
November 2024
Pengadilan Internasional (ICJ) mengeluarkan surat perintah untuk menangkap Netanyahu dan mantan menteri pertahanan Israel, Yoav Gallant, atas dugaan kejahatan perang di Gaza. Banyak negara menghargai keputusan pengadilan, meskipun Amerika Serikat menolak keputusan tersebut dan beberapa pejabat mengancam pengadilan tersebut.
Desember 2024
Pada tanggal 2 Desember, Donald Trump terpilih sebagai presiden Amerika Serikat. Ia menulis di sosial medianya bahwa akan ada “neraka yang harus dibayar” jika para sandera di Gaza tidak dibebaskan sebelum Ia menjabat. Dia mengulangi tuntutannya pada bulan Desember dan awal Januari.
Negosiasi regional, termasuk gencatan senjata di Gaza dan Lebanon dilaporkan dikoordinasikan antara pemerintah Biden dan beberapa pejabat baru dari pemerinatahan baru Trump.

Januari 2025
Pada tanggal 15 Januari 2025, akhirnya para negosiator mencapai kesepakatan. Pertemuan kabinet Israel menyetujui kesepakatan pada hari Sabtu. Gencatan senjata seharusnya dimulai pada pukul 8:30 pagi waktu setempat pada 19 Januari.
Namun, Netanyahu mengatakan bahwa gencatan senjata tidak akan dimulai sampai kelompok pejuang Palestina (Hamas) mengeluarkan 3 nama pertama sandera Israel untuk dibebaskan. Setelah kelompok pejuang Palestina itu mengumumkan nama-namanya, gencatan senjata dimulai pada pukul 11:15 pagi waktu setempat.
Berdasarkan proposal yang dikeluarkan oleh mantan presiden Amerika Serikat Joe Biden pada bulan Mei 2024. Kesepakatan akan dilakukan dalam 3 tahap, yaitu:

Tahap pertama
Akan dilakukan selama 42 hari, bertepatan pada:
- Akan ada gencatan senjata total
- Pasukan pejuang Palestina akan membebaskan total 33 sandera – wanita (termasuk tentara wanita), anak-anak, beberapa pria lanjut usia, dan orang sakit – secara berkala
- Israel akan melepaskan sekitar 1.900 tahanan Palestina
- Pasukan Israel akan meninggalkan daerah yang padat penduduk
- Warga Palestina yang mengungsi akan diizinkan kembali ke lingkungan mereka
- Ratusan truk bantuan akan diizinkan memasuki Gaza setiap hari
- Pasukan Israel akan tetap berada di wilayah perbatasan Gaza, termasuk Koridor Philadelphia bagian selatan, tetapi akan meninggalkan Koridor Netzarim, zona militer yang memisahkan utara Gaza dari selatan
Tahap kedua
Enam belas hari setelah dimulainya tahap pertama, negosiasi akan dimulai untuk tahap kedua, di mana:
- Gencatan senjata permanen akan diberlakukan
- Sisa sandera yang masih hidup di Gaza akan ditukar dengan lebih banyak tahanan Palestina
- Pasukan Israel akan menarik diri sepenuhnya
Tahap ketiga
Bagian terakhir dari kesepakatan ini akan mencakup:
- Kembalinya semua jenazah sandera yang tersisa
- Pembangunan kembali Gaza, yang diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun

Efek Gencatan Senjata di Gaza
Setelah gencatan senjata ditetapkan, warga Palestina mulai kembali ke rumahnya meskipun mereka tahu bahwa rumahnya sudah hancur dan runtuh. Beberapa di antara mereka juga mulai membangun tenda di sekitar rumah mereka yang sudah rata dengan tanah. Tak hanya kembali ke rumah, tapi beberapa keluarga akhirnya bisa bertemu dengan anggota keluarga lainnya lagi setelah berbulan-bulan terpisah.
Selain itu, petugas polisi setempat mengelola pergerakan orang, dan otoritas serta organisasi internasional sedang bekerja untuk membuka kembali jalan-jalan dan membersihkan sampah serta puing-puing di seluruh kota. Pekerja pertahanan sipil terus berupaya untuk mengevakuasi jenazah dari reruntuhan.
Kabar bahagia lainnya adalah, truk-truk mulai memasuki Gaza dalam jumlah yang lebih banyak sejak gencatan senjata diberlakukan, dengan ratusan truk dilaporkan memasuki Gaza pada hari pertama. Gencatan senjata ini menetapkan target 600 truk per hari.
Semoga dengan kabar baik ini kita bisa membangun lagi Gaza bersama-sama dengan bantuan yang akan kita kirimkan ke sana.