Abah Edi (61), seorang ayah yang tinggal bersama anak bungsunya yang masih duduk di kelas 6 SD. Beliau kini hidup dalam keterbatasan fisik dengan satu kaki setelah kaki kanannya diamputasi akibat infeksi bakteri air.

Abah Edi berjuang menafkahi keluarganya dengan berjualan sayur, bumbu dapur, dan bahan instan lainnya. Namun, karena kondisi fisik dan ekonomi, beliau hanya bisa mendapatkan keuntungan sebesar 10-15 ribu rupiah per hari.
“Bingung nak, apalagi anak Abah udah mau masuk SMP tapi kondisi Abah kaya gini, takut ga bisa sekolahin anak.”
Penghasilannya tidak cukup untuk membeli obat-obatan, perban, dan kebutuhan hidup lainnya. Selain itu, rumahnya juga dalam kondisi tidak layak, berlantaikan tanah, dengan atap bocor.

Kejadian yang mengubah hidup Abah Edi terjadi 6 tahun lalu, saat kakinya terinfeksi bakteri air ketika bekerja sebagai kuli air. Sejak amputasi tersebut, kondisi kesehatan Abah Edi terus memburuk, dengan luka yang tidak kunjung sembuh di kaki kiri dan pinggulnya.
Abah Edi menjalani kehidupan sederhana di rumahnya yang tidak terawat, dengan warung kecil tempatnya berjualan sayur. Lokasi pastinya tidak disebutkan, namun kondisi rumah menunjukkan keterbatasan yang dialami Abah Edi.
“Ini kaki Abah bolong, di pinggul juga ada dua bolong. Cuman bisa Abah tutup pake pampers bayi nak soalnya ga bisa kebeli obat sama perbannya.”
Kondisi kesehatan dan keterbatasan ekonomi menjadi penyebab utama kesulitan hidup Abah Edi. Luka yang tidak sembuh, biaya kesehatan yang mahal, dan penghasilan yang minim membuatnya sulit memenuhi kebutuhan keluarga. Anak pertamanya pun meninggalkan Abah 6 tahun lalu, memperburuk beban yang harus beliau tanggung seorang diri.
Meski hidup dalam keterbatasan, Abah Edi tetap gigih berjuang demi anaknya. Ia menutup luka di kakinya dengan popok bayi karena tidak mampu membeli perban. Untuk makan, Abah Edi dan keluarganya hanya mengandalkan nasi dengan sayur yang tidak terjual. Dengan tekad yang besar, Abah Edi berharap bisa mendapatkan modal usaha baru untuk meningkatkan pendapatan dan menyekolahkan anaknya hingga jenjang yang lebih tinggi.
#SobatBaik, dengan segala cobaan berat yang Abah Alami, Abah Edi tetap tegar dan tabah menghadapi semuanya. Jika ada modal, Abah sangat ingin memiliki usaha yang lain agar beliau bisa mendapatkan pendapatan yang layak sehingga bisa menafkahi keluarganya dengan baik dan bisa berobat menyembuhkan penyakit yang ada di tubuhnya. Yuk bantu perjuangan Abah Edi meraih kesejahteraannya bareng-bareng

Kantor Yayasan Diferensia
Jl. Gunung Batu No. 57B 02/09 Kel. Sukaraja Kec. Cicendo Kota Bandung Jawa Barat 40175
Informasi & Konfirmasi Donasi
081389007600
Izin Lembaga Kesejahteraan Sosial
Izin LKS Kota Bandung: TU.01.02/1158-Dinsos/III/2022
Izin Provinsi Jawa Barat: 062/147/PPSKS/2022
Baca selengkapnya ▾