

Tak terbayangkan rasa sakit yang ditahan Abah setiap detiknya. Di lehernya, bersarang benjolan besar yang kini telah pecah, mengeluarkan darah dan nanah. Abah, yang terlahir istimewa dengan kondisi tangan dan kaki yang tidak sempurna, kini hanya bisa duduk tak berdaya di atas tikar tipis rumah sederhananya.

Sakit ini sebenarnya sudah lama Abah rasakan, namun benjolan itu mulai muncul nyata sejak satu tahun lalu. Kami pikir hanya bengkak biasa, namun tiga bulan terakhir ini kondisinya memburuk dengan sangat cepat. Benjolan itu membesar tak terkendali hingga akhirnya pecah. Dokter bilang, satu-satunya jalan untuk menyelamatkan nyawa Abah adalah dengan operasi pengangkatan tumor dan kemoterapi.

Namun, jangankan untuk biaya operasi yang jutaan, untuk makan sehari-hari pun Abah dan istri sering kesulitan. Karena kondisi fisiknya, Abah tidak bisa bekerja. Tulang punggung keluarga kini bertumpu pada pundak sang Istri yang sudah renta.

Setiap pagi buta, Istri Abah menyusun sayuran di atas nampan, membawanya di atas kepala, dan berjalan kaki keliling kampung menjajakan dagangan orang lain.
"Sayurnya ambil punya orang, Pak. Emak cuma dapat untung 500 sampai 1.000 rupiah per ikat. Kalau laku semua, baru bisa beli beras. Kalau enggak, ya kami puasa..." ujar Istri Abah lirih.

Melihat Istri yang pulang dengan keringat bercucuran demi receh rupiah, Abah sering menangis. Ia ingin sembuh, ia tak ingin menyusahkan istrinya terus-menerus. Tapi apa daya, tumor ganas itu semakin ganas menggerogoti tubuh rentanya yang difabel. Tanpa tindakan medis segera, infeksi bisa menyebar dan mengancam nyawa Abah.

#OrangBaik, jangan biarkan Abah berjuang sendirian dalam kesakitan di masa tuanya. Sedikit rezeki dari kita bisa menjadi jalan kesembuhan bagi Abah dan menghapus air mata istrinya yang setia.
Disclaimer: Informasi dan konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik