

Tiap saya keliling berjualan kacang, banyak orang yang justru pergi karena melihat wajah saya seperti ini. Apalagi terkadang baunya sangat menyengat. Karena kanker yang ada di wajah saya, jualan kacang saya jadi sepi sampai akhirnya mulung di tempat sampah. Lantas bagaimana caranya saya bisa berobat?”, lirih Mak icah

Ganasnya kanker kulit yang diderita mak icah selama 1 tahun ini, sudah menyebar hingga membuat wajahnya hancur penuh luka. Berawal dari benjolan kecil hingga sekarang merambah ke kanker wajah,kehidupan mak icah harus terus berjalan bersama penyakit yang menyiksa.

Berawal dari benjolan kecil yang menyiksa hingga pendarahan tanpa beliau sadari itu awal mula dari kanker wajah yang di derita mak icah. Kini kanker itu semakin membesar dan membengkak setiap harinya hingga merusak wajah mak icah. Sampai puncaknya 4 bulan ini kanker itu sering mengucurkan darah dan menyebabkan luka infeksi.

Sampai saat ini, kanker itu sudah menutupi hampir setengah wajah mak icah. Untuk melihat pun beliau sudah kesusahan. Belum lagi rasa sakit yang harus ditahannya setiap detik. Ditambah, luka yang menganga itu kerap menimbulkan bau tak sedap.

Meski kanker itu terus gerogoti wajahnya, mak icah tidak putus asa sama sekali. Beliau masih berjuang mati-matian untuk bisa sembuh. Dengan untung yang hanya 10 ribu perhari, beliau berjuang berjualan kacang dan uang nya ia gunakan untuk membeli beras.

Saat ini keinginan mak icah hanya ingin melanjutkan pengobatan nya yang sempat tertunda karena tidak ada biaya.
Jika tak ditangani segera, sel kanker yang mengganas di wajah mak icah bisa semakin menyebar hingga ke mata bahkan otak beliau, dan kemungkinan terburuknya penyakit kanker itu bisa merenggut nyawa mak icah sewaktu-waktu!
Disclaimer: Informasi dan konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik