

masa kecil Fariz Tak seindah masa kecil anak lainnya yang ada dalam dekap ayah dan ibu, ia harus melalui hari antara hidup dan mati tanpa didampingi ayahnya.
Ayahnya tiada di sampingnya pasca perceraian dengan ibunya. Malang, Fariz kini harus berjuang lawan 2 kerusakan otak! Fariz sudah 7x pemasangan VP Shunt dari otak ke perut dan menggunakan selang NGT. Tanpa rangkaian operasi, perawatan intensif dan pengobatan panjang, Fariz tak mungkin bertahan. Tapi upah ibunya yang kini jadi single mom dan hanya ikhtiar jualan masakan sampai jadi buruh cuci gosok mustahil bisa penuhi ratusan juta pengobatan, penunjang & biaya operasional menuju RS yang jaraknya lebih dari 180 km.

Bu Leni terus berusaha melapangkan keikhlasan. Takdir harus bercerai dengan suami jadi pukulan berat. Hak asuh 4 anaknya ada padanya. Mustahil ia berharap pada ayah dari anak-anaknya yang seringkali tak memberi nafkah. Hari-hari penuh pilu Bu Leni lalui. Mulai dari menjajakan makanan hingga bekerja sebagai cuci gosok, sebab kini ia menyandang status ibu tunggal. Hanya itu satu-satunya tumpuan bisa selamatkan anak bungsunya yang kini nyaris meregang nyawa…

Belum sembuh luka dan trauma ditinggal suami, Bu Leni kini harus menghadapi bertubi-tubi cobaan. Putra bungsunya Fariz dalam kondisi kritis. Kepalanya terus membesar tak wajar, sebab cairan berbahaya penuhi otak. Tak hanya itu Fariz juga alami pembengkakan organ otaknya. Pandangannya semakin buram, Fariz terancam buta seumur hidup!

Nasib kian tragis, sebagian tubuhnya lumpuh! Fariz divonis alami Spina Bifida, dimana ada kelainan pada tulang belakang dan sumsum tulang belakang. Fariz sudah lakukan 7x operasi pemasangan VP shunt dari otak sampai ke perutnya. Jika operasi berikutnya ditunda dan pengobatan terhenti, Fariz tak mungkin bertahan..
Masalahnya, uang ratusan juta dari mana? Butuh operasional untuk perjalanan 183 km dari rumah ke RS, sebagian pengobatan & penunjang yang tak dicover BPJS. Sementara pasca perceraian, Bu Leni jadi ibu tunggal yang harus banting tulang demi hidupi 4 anak sekaligus. Di antara tangan yang menadah, ada harapan anaknya sembuh dari ancaman penyakit mematikan..
Mari menjadi bagian dari harapan Fariz. Ulurkan tangan terbaik Anda untuk membantu biaya pengobatan, perawatan, dan kebutuhan operasional menuju rumah sakit. Berapa pun nominal yang Anda sisihkan akan sangat berarti bagi Fariz dan ibunya yang tak pernah menyerah memperjuangkan kesembuhan sang buah hati.
Klik Donasi Sekarang dan sertakan doa terbaik agar Fariz diberi kekuatan, kesembuhan, serta masa depan yang lebih baik.
Disclaimer: Informasi dan konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik