

Bayangkan di bulan suci Ramadan ini pelosok Sulawesi Barat, ratusan warga dan anak-anak di Desa Kabiraan, harus berdesakan di dalam sebuah masjid kecil dan sempit yang sudah rapuh dimakan usia.

Masjid itu bernama Masjid Assalam, satu-satunya tempat ibadah bagi warga desa. Setiap hari warga datang untuk menunaikan salat lima waktu, salat Jumat, hingga mengikuti pengajian dan tadarus Al-Qur’an.

Namun kondisi bangunannya sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak. Dinding masjid masih terbuat dari kayu yang mulai lapuk, beberapa bagiannya bahkan sudah renggang dan rapuh. Penerangan di dalam masjid juga sangat minim, suasana ibadah terasa redup.
Ketika hujan turun, air kerap merembes masuk melalui celah dinding dan atap yang bocor, membuat lantai masjid menjadi basah dan licin. Lantainya pun masih polos tanpa alas yang memadai, sehingga jamaah harus membawa sajadah masing-masing agar bisa beribadah dengan lebih nyaman.
Warga ingin sekali memperbaikinya, namun upah dari hasil tani hanya cukup untuk makan sehari-hari. Meski begitu, semangat mereka tak pernah surut; mereka tetap hadir dengan penuh keikhlasan di tengah keterbatasan.

Harapan masyarakat sederhana agar suatu hari Masjid Assalam dapat berdiri lebih kokoh, memiliki dinding dan atap yang layak, lantai yang nyaman, serta penerangan yang memadai.
Mari bantu bangun kembali Masjid Assalam. Berikan tempat sujud yang layak, aman, dan nyaman bagi saudara kita di pedalaman Sulawesi Barat. Sedekahmu adalah cahaya bagi mereka, dan pahala jariyah bagi kita.
Disclaimer : informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik