

Setiap hari, warga di daerah terpencil NTT harus menempuh jalan terjal hanya untuk mendapatkan air. Mereka berjalan kaki sekitar 1 kilometer, melewati hutan serta mendaki dan menuruni lembah curam sambil memikul jeriken berat.

Bagi kita, air bersih mungkin cukup didapat dengan memutar keran. Namun bagi para lansia perjalanan ini harus dilakukan hingga tiga kali sehari demi mencukupi kebutuhan keluarga.
Kondisi ini bukan baru terjadi. Selama lebih dari 50 tahun, warga Kampung Nu hidup tanpa akses air bersih yang layak. Jarak kampung yang sekitar 74 kilometer dari kota membuat pembangunan infrastruktur hampir tak pernah menyentuh wilayah ini.

Hingga hari ini, warga hanya bisa mengandalkan air hujan yang ditampung dari talang atap rumah atau kubangan sederhana di hutan. Saat musim kemarau datang, persediaan air menipis dan mereka harus berhemat hingga tetes terakhir.

Air yang dikonsumsi pun belum tentu aman. Dengan fasilitas MCK yang sangat terbatas, kondisi sanitasi menjadi ancaman bagi kesehatan anak-anak dan keluarga di Kampung.
Meski hidup dalam keterbatasan, warga tetap berjuang. Dengan penghasilan sebagai petani dan pekebun, mereka bergotong royong memasang talang untuk menampung air hujan agar tetap bisa bertahan.
Kita tidak bisa membiarkan penderitaan 50 tahun ini terus berlanjut ke generasi berikutnya. Mari kita hadirkan fasilitas air bersih untuk mereka dengan membangun Sumur dan MCK, agar mereka tidak lagi menggunakan air keruh namun air bersih yang layak dan aman.
Disclaimer: Penggalangan dana ini dilakukan atas persetujuan penerima manfaat. Hasil donasi akan diimplementasikan pada pembangunan fasilitas air, digunakan untuk biaya iklan dan membantu masyarakat lainnya yang mengalami kondisi serupa.
informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik