“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.., Perjuangan Riska dan kami (warga) agar Riska bisa kembali sembuh tidak bisa kami wujudkan karena Allah sudah memilih jalan yang lain”, Ucap Ust. Anwar (salah seorang pemuka agama setempat).

Sungguh tragis melihat Riska (27 tahun) yang terus berjuang menahan rasa sakit sampai nafas terakhirnya. Rasa sakit akibat perutnya yang membesar tanpa sebab yang diketahui dan badannya yang semakin kurus seperti tergerus oleh penyakit ini.
Mirisnya Riska menahan sakit ini sendirian karena keterbatasan fisik ibunya yang seorang tuna netra dan tuna rungu. Sang Ibu tidak tahu bahwa di akhir hidup anaknya Riska sedang menahan sakit yang luar biasa karena tidak bisa mendengar dan Riska yang sakit katarak sedari kecil pun hanya berdiam diri di kamarnya.

“Ya Keluarga Riska ini memang disabilitas semua, Ibunya gak bisa dengar sama bicara, Riska juga setau kami sakit katarak dari kecil, mereka Cuma berdua, gak ada yang tau kemana saudara nya, kalau bapaknya kabur gak tau kemana dari Riska kecil”, Ucap salah seorang warga sekitar.
Tidak ada yang bisa disalahkan dalam meninggalnya Riska ini karena memang kondisi yang mempersulit semuanya. Warga sekitar pun yang rata rata pekerjaannya hanya seorang buruh tani atau kebun yang rata rata penghasilannya hanya 30 sampai 40 ribu rupiah perhari ini pun sudah patungan untuk kesembuhan Riska.

Warga merasa Iba karena sudah lebih dari 1 bulan Orang Tua Riska tidak bisa ke kebun bekerja menjadi buruh karena harus menjaga Riska yang sedang sakit.
Bahkan sebelum Riska meninggal pun warga masih terus patungan untuk biaya operasional Riska ke Rumah Sakit. Maklum saja karena Riska dan Ibunya ini tinggal di wilayah pedalaman yang akses jalannya pun tidak layak dan terbatas.
“Uang yang kita kumpulkan kemarin kita pakai untuk biaya pemakaman Riska, Cuma sekarang masalahnya Ibunya Almh. Riska ngurung diri, gak mau makan, kayak yang merasa bersalah ke anaknya, dan mungkin stress juga karena masih punya hutang ke orang lain waktu itu untuk biaya pengobatan Riska”, Ucap salah seorang warga sekitar.

Mental Ibu dari Almh. Riska kini seperti tergoncang hebat sejak kepergian putrinya. Apalagi ada hutang ke orang lain yang berasal bukan dari warga sekitar yang seperti menghantui kejiwaan Ibu dari Almh. Riska.
#sahabataksi, sungguh miris melihat kehidupan dari Almh. Riska ini, sudah meninggal pun Almh. Riska masih terganjal oleh hutang yang dipinjam oleh Ibunya untuk biaya pengobatan Almh. Selama masih berjuang.
Yuk! Kita bantu biaya melunasi hutang biaya pengobatan Almarhumah Riska dengan memberikan donasi terbaikmu dengan cara :
- Klik tombol Donasi Sekarang.
- Masukan Nominal Donasi.
- Pilih Metode Pembayaran (GoPay/ LinkAja/ BNI/ Mandiri/ BCA/ BRI/ BSI/ Kartu Kredit).
- Ikuti instruksi selanjutnya untuk menyelesaikan pembayaran.
Sahabat aksi bukan hanya bisa mendoakan dan ikut berdonasi, namun sahabat juga bisa membantu lebih dengan membagikan halaman dana ini agar semakin banyak orang yang membantu.
------------------------------------------------------------------
Alamat Kantor Yayasan Sinar Fund Indonesia :
Jl. Ahmad Yani No.669, RT 001/ RW 008, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa barat 40121
Legalitas Yayasan Sinar Fund Indonesia :
Izin KEMENKUMHAM
NOMOR AHU-0000297.AH.01.04.Tahun 2024
Hubungi Kami di :
0821 2945 4553 (Call Center)
Baca selengkapnya โพ