“Alhamdulillah ini ada yang ngasih nasi (sisa) dari orang kemarin, sama Emak di Iritin buat hari ini juga biar bisa makan nasi sama lauk (telur) yang kemarin”, Ucap Mak Wangsih

Mak Wangsih (72 tahun) sudah belasan tahun hidup sebatang kara di sebuah gubuk yang hampir rubuh sejak sang suami meninggal karena penyakit stroke. Mak Wangsih dan suami dulu tidak memiliki anak, dan mereka tidak ingat atau tidak tahu masih memiliki saudara atau tidak karena sudah puluhan tahun tidak lagi bertemu dengan mereka.
Kehidupan Mak Wangsih kini sangatlah memprihatinkan, bagaimana tidak!, tidak memiliki saudara, badan sudah semakin renta akan penyakit, dan hanya mampu bekerja sebagai buruh di perkebunan saja.
Bahkan tidak jarang Mak Wangsih makan makanan sisa yang sudah berhari hari Mak Wangsih simpan agar bisa makan di kemudian harinya.

“yang penting bisa makan juga Emak sudah Alhamdulillah, kalau soal rasa makanan (basi) Emak gak tau mana makanan yang sudah rusak atau gak dek”, Ucap Mak Wangsih bercerita saking seringnya beliau makan makanan sisa.
Walau tidak baik untuk kesehatan, namun mau bagaimana lagi. Emak tidak punya pilihan ketimbang tidak makan.

Penghasilan Mak Wangsih kini semenjak sang suami meninggal hanyalah mengandalkan bekerja sebagai tenaga kerja harian di perkebunan warga sekitar. Mak biasanya di bayar 10 sampe 15 ribu perharinya bekerja dari pagi hingga siang hari. Itupun jika ada yang mau menggunakan jasa buruh kebun Mak Wangsih.
Kesehatan Mak Wangsih pun kini semakin menurun, penglihatan yang sudah kabur karena katarak, pendengaran yang sudah sangat lemah, dan juga sekarang tubuh Mak Wangsih bergetar walaupun saat sedang duduk.

Sudah puluhan tahun hidup, dasar negara keadilan sosial bagi seluruh warga negara Indonesia masih belum bisa di rasakan oleh Mak Wangsih sampai saat ini.
#sahabataksi, yuk kita bantu kehidupan para lansia sebatangkara di luar sana. Mari kita wujudkan keadilan hidup bagi mereka semua.
Donasikan sebagian rezekimu dengan cara :
- Klik tombol "Donasi Sekarang".
- Masukan Nominal Donasi.
- Pilih Metode Pembayaran (Bank Transfer/ e-Wallet/ Virtual Account).
- Ikuti instruksi selanjutnya untuk menyelesaikan pembayaran.
Sahabat aksi bukan hanya bisa mendoakan dan ikut berdonasi, namun sahabat juga bisa membantu lebih dengan membagikan halaman dana ini agar semakin banyak orang yang membantu.
-------------------------------------------------------
Alamat Kantor Yayasan Sinar Fund Indonesia :
Jl. Ahmad Yani No.669, RT 001/ RW 008, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa barat 40121
Legalitas Yayasan Sinar Fund Indonesia :
Izin KEMENKUMHAM
NOMOR AHU-0000297.AH.01.04.Tahun 2024
Hubungi Kami di :
0821 2945 4553 (Call Center)
Baca selengkapnya ▾