

Di sebuah sudut kampung, ada sepasang suami istri yang setiap hari berjuang melawan kerasnya kehidupan.
Mereka adalah Rian dan Widariah.
Keduanya hidup dengan kondisi disabilitas mental yang membuat kehidupan mereka tidak pernah mudah. Meski begitu, mereka tetap berusaha menjalani hari-hari dengan bekerja, mencoba bertahan dengan cara yang mereka bisa.

Rian bahkan memiliki keterbatasan fisik. Ia tidak bisa berjalan dengan normal, dan penglihatannya pun tidak jelas. Namun semua itu tidak membuatnya berhenti berusaha mencari nafkah.
Setiap hari, Rian dan Widariah berkeliling menjajakan sayur. Mereka menjual sayur milik orang lain dengan sistem bagi hasil. Kangkung, sawi, dan beberapa sayuran lainnya mereka ikat satu per satu, lalu dijual keliling kampung.
Harga satu ikat sayur hanya Rp1.000. Dari satu ikat itu, keuntungan yang mereka dapatkan hanya Rp500 saja.

Dalam sehari, biasanya mereka hanya membawa 10 hingga 20 ikat sayur. Itu pun karena pemilik warung sayur merasa iba dengan kondisi mereka, sehingga membiarkan Rian dan Widariah menjual sayur tanpa mengambil keuntungan.
Namun penghasilan kecil itu tetap belum cukup untuk kehidupan mereka. Seringkali, untuk sekadar mengganjal perut, mereka hanya mampu makan nasi basi atau mie instan.

Rian dan Widariah juga tinggal di sebuah bangunan kecil dari triplek seadanya. Tempat itu sempit, berantakan, dan jauh dari kata layak huni. Dindingnya rapuh, barang-barang berserakan, dan hampir tidak ada kenyamanan untuk beristirahat.
Namun yang paling berat bukan hanya soal ekonomi. Karena kondisi mereka, Rian dan Widariah sering menjadi bahan ejekan. Tak jarang ada orang yang memanggil mereka dengan sebutan yang menyakitkan atau menganggap mereka “aneh”.
Hal itu membuat mereka sering merasa minder dan menutup diri. Meski begitu, di balik semua luka dan keterbatasan yang mereka miliki, Rian dan Widariah tetap berusaha menjalani hidup dengan sabar. Mereka tetap berkeliling menjual sayur, berharap ada yang membeli agar mereka bisa makan hari itu.

Hari demi hari mereka lalui dengan harapan sederhana: bisa tetap bertahan dan menjalani hidup dengan tenang.
Sahabat Aksi, mari kita ringankan perjuangan hidup Rian dan Widariah.
Sekecil apa pun bantuan yang kita berikan hari ini bisa menjadi harapan besar bagi mereka untuk tetap bertahan menjalani kehidupan.
Berikan donasi terbaikmu untuk pasutri disabilitas Rian dan Widariah dengan cara :
Sahabat aksi bukan hanya bisa mendoakan dan ikut berdonasi, namun sahabat juga bisa membantu lebih dengan membagikan halaman dana ini agar semakin banyak orang yang membantu.
------------------------------------------------------------------
Alamat Kantor Yayasan Sinar Fund Indonesia :
Jl. Ahmad Yani No.669, RT 001/ RW 008, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa barat 40121
Legalitas Yayasan Sinar Fund Indonesia :
Izin KEMENKUMHAM
NOMOR AHU-0000297.AH.01.04.Tahun 2024
Hubungi Kami di :
0821 2945 4553 (Call Center)
Disclaimer : informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik