

Di ujung timur Indonesia, di pelosok Nusa Tenggara Timur, ada saudara-saudara kita yang harus menunggu untuk merasakan sepotong daging selama satu tahun penuh hanya di momen Idul Adha.

NTT bukan tanah yang miskin. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra peternakan terbesar di Indonesia sapi, kerbau, dan kambing ada di mana-mana. Namun masyarakat yang tinggal di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) tidak punya akses nyata terhadap pangan bergizi.
Harga daging melambung jauh di atas kemampuan ekonomi mereka. Infrastruktur yang terbatas membuat distribusi pangan bergizi makin sulit. Akibatnya? Mereka hidup di antara ternak, tapi tak mampu menyentuh proteinnya.

Rata-rata konsumsi protein harian warga NTT hanya 55,06 gram/hari padahal standar nasional adalah 69 gram. Selisih 14 gram itu terdengar kecil, tapi dampaknya luar biasa bagi tubuh yang sedang tumbuh.
Data BPS 2024 mencatata kenyataan yang menyayat hati 33.825 balita mengalami wasting (gizi buruk dan kurang) dan 64.507 balita mengalami stunting.
Lebih dari 98.000 anak balita di NTT sedang berjuang melawan dampak kekurangan protein. Mereka bukan angka mereka adalah generasi yang seharusnya bisa berlari, bermain, dan bermimpi. Tapi tubuh mereka tertinggal jauh dari potensi yang seharusnya mereka miliki.

Idul Adha bukan sekadar hari raya. Bagi jutaan saudara kita di pelosok negeri menjadi hari paling dinanti dalam setahun bukan untuk pesta, tapi untuk sekadar merasakan sepotong daging yang selama ini mereka rindukan.
Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang berqurban, maka janganlah ia mengambil (memakan) sedikit pun darinya sampai dia membagikannya kepada orang-orang miskin." (HR. Bukhari no. 5569, Muslim no. 1960)
Hadis ini bukan sekadar anjuran berbagi. Ia adalah perintah untuk memastikan mereka yang paling membutuhkan mendapat bagiannya lebih dulu.

Sahabat, mari jadikan qurban kita tahun ini benar-benar bermakna. Setiap bagian daging yang Sahabat sedekahkan akan menjadi sumber gizi, kekuatan, dan harapan yang dirasakan oleh mereka di pelosok NTT.
Yuk, tunaikan Sedekah Qurbanmu sekarang karena kebaikanmu nyata bagi mereka.

Disclaimer:
Melalui campaign Sedekah Qurban ini, kami berikhtiar untuk turut membantu mengatasi isu pangan di wilayah 3T dengan menyediakan hewan qurban segar serta mendistribusikan qurban dalam bentuk kalengan yang lebih tahan lama. Dengan dua pendekatan ini, manfaat qurban dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat termasuk mereka yang berada di daerah paling terpencil sekalipun.
Informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik