

Gumpalan yang mencengkram kepala makin membesar seakan mau pecah! Tak main-main, kalau sampai terluka, risikonya fatal karena terhubung langsung ke otak.
Adik Noval menangis setiap saat menahan sakit. Bayi berusia 4 bulan ini belum pernah merasakan sehat sejak lahir. Dia mengalami kelainan, timbul benjolan di belakang kepala sebesar telur puyuh.

Keadaan ini didiagnosis sebagai Encephalocele at mid frontal. Hasil Ct Scan menyatakan terdapat lesi kistik densitas LCS di daerah lobus parietalis kiri Pada saat itu Noval lahir di tangan dukun beranak, bukan tenaga kesehatan. Sehingga, ketika melihat ada kelainan, dukun beranak tersebut menyarankan untuk diolesi obat-obatan herbal seperti beras kencur yang ditumbuk.
Bukannya sembuh, gumpalan di kepala makin membesar tak karuan. Selain itu, wajah Noval juga abnormal, bibirnya sumbing.

Khawatir dengan keadaan sang buah hati, orang tua bergegas membawanya ke rumah sakit terdekat. Namun lantaran peralatan medis tak lengkap, Noval diminta untuk menyambangi RSUD Sayang Kabupaten Cianjur yang waktu tempuhnya bisa mencapai 5-6 jam dari rumah.
“Sempat saya terdiam saat dokter tetap harus merujuk anak saya ke Cianjur Kota, karena memang di kampung kami alatnya tidak ada bahkan saat itu saya Cuma punya uang 1 juta itupun kebanyakan bantuan dari warga,” kata Ayah Noval.
Berbekal ongkos seadanya, Noval akhirnya dibawa kesana. Tindakan operasi pertama dilakukan untuk mengangkat balok kepala serta memasang selang di kepala sampai perut agar cairan bisa terbuang dan tak menumpuk.

Apakah Noval langsung sembuh? Tidak. Dia disarankan melanjutkan pengobatan ke RSU Provinsi Dr. Hasan Sadikin di Bandung. Tapi….
Uang sudah ludes. Ongkos bolak-balik, kebutuhan selama menemani Noval melakukan perawatan medis, dan segala biaya lain tidak murah. Modal awal berobat saja orang tua Noval sampai meminjam uang sana-sini.
Ayah hanya pekerja serabutan. Semula dia bekerja di Jakarta sebagai buruh jahit. Penghasilan memang minim, tapi masih cukup untuk dikirim ke kampung untuk istri. Setelah Noval lahir, kebutuhan membengkak ditambah dia mengidap kelainan yang perlu perhatian ekstra.

Selain tak lagi sanggup bertahan di Jakarta karena uangngnya tak cukup, Ayah juga harus bergantian mengurus Noval yang sakit. Di kampungnya, Ayah melakukan apapun demi dapat uang.
Mengurus kambing tetangga, menjahit, dan ngojek. Tetap saja, hasilnya belum cukup mengantarkan Noval berobat sampai sembuh.
Kalau begini terus…. Entah apakah adik Noval sanggup bertahan. Sementara dokter sangat menyarankan Noval menjalani operasi lanjutan. Kalau sampai dia pergi, hati ayah dan ibu pasti hancur bukan main.
Tuhan, pertolongan-Mu pasti datang bukan? #OrangBaik , mungkin kamu menjadi salah satu perpanjangan tangan Tuhan untuk menyelamatkan nyawa Adik Noval.
Disclaimer : informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser