

Rintihan Afifah Addillah (10 bulan) Mengeras Saat Penyakitnya Kambuh
Kondisi Afifah semakin memburuk. Keadaannya kini kritis dan tidak stabil. Tindakan medis harus segera dilakukan sebelum terlambat dan nyawanya terancam.

Bagi setiap orang tua, kabar bahwa anak satu-satunya didiagnosis dengan penyakit kronis yang bisa merenggut nyawanya kapan saja adalah mimpi buruk yang nyata. Afifah didiagnosis dengan lima penyakit sekaligus: Pierre Robin Syndrome (rahang bawah kecil sehingga kesulitan makan dan bernafas), Failure to Thrive (gagal pertumbuhan/gizi buruk, Laringomalasia, Aspirasi Pneumonia, dan Palatoschizis. Jika tidak segera ditangani, penyakit-penyakit ini bisa menyebar dan mengancam bagian tubuh lainnya. Dokter menyarankan agar ia segera mendapatkan perawatan intensif.

Tak terhitung sudah berapa kali Pak Deden dan Bu Revi bolak-balik ke RSUD hingga akhirnya Afifah dirujuk ke RSCM Jakarta. Mereka rela menempuh perjalanan jauh dari Tangerang ke Jakarta demi pengobatan sang buah hati, bahkan harta benda pun sudah dijual, namun kesehatan tak kunjung datang memeluk Afifah. Akhirnya, pengobatannya terpaksa dihentikan karena keterbatasan ekonomi.

Setiap kali menangis kesakitan, Afifah memanggil-manggil nama mamanya, tidak tahan dengan penderitaan yang ia alami. "Saya nggak tega melihat anak saya setiap hari menangis dan batuk sesak. Makan dan minum pun hanya bisa melalui selang yang harus diganti setiap 3 hari sekali. Kadang Afifah juga perlu di-uap karena sesak," ujar Bu Revi.

Pak Deden, ayah Afifah, hanya seorang pedagang sapu keliling di kampungnya dengan penghasilan minim, hanya Rp50.000 per hari. Untuk menambah penghasilan, Pak Deden juga bekerja sebagai kuli tani di ladang tetangga yang membutuhkan tenaganya, demi mendapatkan sesuap nasi dan menabung untuk pengobatan Afifah. Karena susu dan selang untuk Afifah harus tetap dibeli.
"Bukan tanpa alasan Afifah berhenti berobat, tapi dari mana lagi biaya untuk makan sehari-hari pun sudah pas-pasan. Harapan saya, Afifah bisa kembali berobat dan sembuh seperti anak-anak seusianya," lirih Pak Deden.
Orang Baik, perjuangan dari kampung ke ibu kota adalah perjalanan yang berat bagi orang tua Afifah. Mari bersama-sama kita bantu Afifah agar ia bisa kembali berobat dan segera sehat. Salurkan bantuan terbaikmu dengan mengklik tombol "DONASI SEKARANG" di kampanye ini sekarang juga!
Izin Lembaga Kesejahteraan Sosial
TU.01.03/0862-DINSOS/III/2022
NIB
0307230033255
Akta Kemenhumham
No AHU : AHU-0021957.AH.01.12.Tahun 2021
No. Registrasi LAZ MAI.DPGP.0002.2024
![]()
Menanti doa-doa orang baik