ImageTak Kenal Lelah ! Jual Balon Demi Terapi Anak Cele...
Image

Tak Kenal Lelah ! Jual Balon Demi Terapi Anak Celebral Palsy

Image
garut, jawabarat
Rp 0 terkumpul dari Rp 75.000.000
0 Donasi 2 bulan, 30 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

“Di Tangan Kanan Al-Qur’an, Di Pelukannya Harapan Kecil Bernama Alifah”

Menjelang waktu berbuka puasa di sebuah alun-alun kota, seorang pria berdiri sederhana di antara keramaian. Namanya Riki, 37 tahun. Di tangan kanannya tergenggam sebuah Al-Qur’an kecil yang ia baca perlahan, sementara tangan kirinya menggendong putri tercintanya, Alifah, yang tak pernah lepas dari pelukannya. Di sampingnya, balon-balon karakter berwarna-warni bergoyang tertiup angin, menunggu pembeli yang mungkin datang… atau mungkin tidak.

Riki adalah penjual balon karakter saat bulan Ramadan. Namun di hari biasa, ia berkeliling menjajakan tahu bulat demi menyambung hidup. Penghasilannya tidak menentu. Kadang cukup untuk makan hari itu, kadang tidak sama sekali. Tapi ia tetap datang setiap hari, karena baginya berhenti berarti menyerah pada keadaan.

Putrinya, Alifah (9 tahun), hidup dengan cerebral palsy, kondisi yang terjadi akibat seringnya kejang saat ia masih bayi. Tubuh kecil Alifah tidak bisa bergerak seperti anak-anak lain seusianya. Ia membutuhkan perhatian penuh, bahkan untuk sekadar duduk atau berpindah posisi. Karena itulah Riki selalu menggendongnya ke mana pun ia pergi berjualan.

Yang membuat kisah ini begitu menyentuh bukan hanya perjuangan ekonomi mereka, tetapi keteguhan hati seorang ayah. Di tengah keterbatasan, Riki tetap menjaga imannya. Ia membaca Al-Qur’an di sela menunggu pembeli, seolah mencari kekuatan agar tetap sabar menghadapi hidup yang tak mudah.

Namun ada satu hal yang terus menghantui pikirannya: Alifah membutuhkan terapi rutin agar kondisinya tidak semakin memburuk. Terapi itu dapat membantu melatih otot dan perkembangan tubuhnya. Sayangnya, biaya terapi dan transportasi menjadi sesuatu yang terlalu berat bagi Riki. Penghasilan dari berjualan tahu bulat dan balon sering kali hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari.

Setiap hari Riki membawa harapan sederhana—semoga ada balon yang terjual lebih banyak, semoga hari itu cukup untuk membeli kebutuhan anaknya. Namun kenyataannya, sering kali ia pulang dengan hasil yang sangat sedikit, sementara waktu terus berjalan dan kesempatan terapi Alifah semakin tertunda.

Inilah kisah seorang ayah yang tidak menyerah pada keadaan, tetap bekerja dengan tangannya sendiri, tetap menjaga ibadahnya, dan tetap menggendong anaknya ke mana pun demi memastikan Alifah tidak sendirian. Ia tidak meminta belas kasihan. Ia hanya berusaha sekuat yang ia mampu — sampai akhirnya ia tidak lagi mampu berjalan sendirian.

Hari ini, kita bisa menjadi bagian dari harapan itu. Donasi Anda akan digunakan untuk membantu biaya terapi Alifah, kebutuhan nutrisi, serta operasional harian agar Riki bisa fokus membawa putrinya menjalani perawatan yang sangat dibutuhkan.

 

🙏 Klik DONASI SEKARANG.

Bantu Alifah mendapatkan kesempatan terapi.

Ringankan langkah Riki agar perjuangannya tidak lagi sendirian.

Satu donasi dari Anda bisa menjadi perubahan besar bagi masa depan seorang anak yang hanya ingin tumbuh lebih baik.

 

📜 Disclaimer:

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu kebutuhan terapi, perawatan, serta kebutuhan operasional harian Alifah dan keluarganya. Apabila terdapat kelebihan dana, sebagian akan digunakan untuk membantu penerima manfaat lain yang membutuhkan sesuai kebijakan lembaga pengelola donasi.

Informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.

Baca selengkapnya ▾

  • March, 4 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close