ImageTolong Azzam Bernapas Kembali, !!! Tak Bisa Bernap...
Image

Tolong Azzam Bernapas Kembali, !!! Tak Bisa Bernapas Tanpa Alat Bantu

Image
JAWA BARAT
Rp 862.572 terkumpul dari Rp 75.000.000
13 Donasi sudah berakhir

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Di tepian sebuah kampung yang sunyi, berdiri sebuah rumah panggung tua yang kayunya mulai menghitam dimakan usia. Jika malam tiba, celah-celah lantainya ditiup angin dingin yang membuat siapa pun yang ada di dalamnya harus memeluk diri agar tetap hangat. Rumah itu menjadi saksi bisu perjuangan sebuah keluarga kecil yang sedang ditempa cobaan berkali lipat dari yang mampu ditanggung manusia biasa.

Rumah itu dihuni oleh Ujang dan istrinya, Dede — dua orang tua yang bekerja sebagai pekerja serabutan, menerima pekerjaan apa pun yang datang, dari memotong rumput sampai mengangkut barang. Penghasilan mereka tak menentu, sering kali hanya cukup untuk sekedar bertahan sehari. Namun, di tengah kesederhanaan yang hampir melewati batas kemiskinan, mereka tetap memiliki dua permata berharganya: Nadira (10) dan adiknya Azzam (2).

Nadira adalah anak kelas 3 SD. Di usianya, ia seharusnya menikmati dunia: bermain lompat tali, tertawa bersama teman-temannya, pulang sekolah lalu membaca buku cerita. Tapi takdir memberikan jalan yang berbeda. Nadira harus tumbuh sebelum waktunya.

Semuanya bermula ketika Azzam lahir dengan kondisi yang membuat dunia keluarga kecil ini runtuh: penyempitan saluran pernapasan yang parah, membuat Azzam sulit bernapas dan tidak dapat berbicara seperti anak seusianya. Sesaat setelah melihat kondisi itu, dokter mengambil keputusan yang memilukan: melubangi leher kecil Azzam sebagai jalan pernapasan alternatif. Sejak saat itu, hidup Azzam bergantung pada alat bantu napas, alat pengencer dahak, dan mesin penyedot lendir — semua harus digunakan setiap hari. Tanpa itu, nyawanya bisa terhenti dalam hitungan menit.

Agar alat-alat itu bisa dibeli, Ujang dan Dede mulai menjual satu per satu barang-barang mereka. Lemari peninggalan orang tua, kompor yang sudah lama menemani, kipas angin kecil yang biasanya digunakan saat musim panas — semuanya hilang dari rumah itu. Kini, hampir tak ada lagi yang tersisa.

Nadira menyaksikan semua itu. Dari balik pintu, ia sering melihat ibunya menahan tangis saat menghitung uang receh. Ia juga tahu bagaimana ayahnya pulang dengan kepala tertunduk karena tidak mendapat pekerjaan hari itu.

Karena itu, tanpa diminta siapa pun, Nadira memutuskan membantu.

Setiap pagi sebelum sekolah, ia pergi ke rumah seorang tetangga yang membuat gorengan. Nadira mengambil beberapa kantong berisi bala-bala dan tempe mendoan. Dengan langkah kecil dan tas sekolah di punggungnya, ia berangkat sambil menggenggam bungkusan gorengan itu — bukan untuk dimakan, tapi untuk dijual di sekolah.

“Dira jual supaya Azzam bisa beli obat, Bu…” katanya lirih suatu pagi, membuat Dede tak mampu menahan air mata.

Namun di balik ketangguhannya, Nadira menyimpan sebuah luka halus yang paling dalam — sebuah kerinduan kecil yang hanya ia simpan untuk dirinya sendiri.

Setiap malam, ketika alat bantu napas berdengung di samping ranjang Azzam, Nadira duduk di lantai kayu yang dingin. Ia memperhatikan wajah adiknya yang tertidur dengan selang di lehernya. Dan di tengah keheningan itu, Nadira berbisik:

“Azzam… kapan kamu bisa panggil aku ‘kakak’…? Sekali saja…”

Kerinduan yang begitu sederhana…
Namun berat bagi Azzam yang bahkan untuk bernapas saja masih harus dibantu mesin.

Tanpa bantuan, keadaan keluarga ini bisa jauh lebih buruk. Perawatan Azzam tidak boleh putus — alatnya harus dirawat, ditambah cairan khusus, diservis, bahkan beberapa bagian harus diganti berkala. Jika tidak, lendir akan menumpuk dan membuat Azzam kesulitan bernapas. Ancaman itu bisa datang kapan saja, bahkan ketika mereka sedang tidur.

Namun Ujang dan Dede sudah tidak punya apa-apa lagi untuk dijual. Mereka hanya punya harapan, doa, dan keberanian bertahan. Tapi itu semua tak cukup untuk menyelamatkan Azzam.

Di sinilah, kita semua dibutuhkan.

Kita bisa menjadi alasan Azzam tetap bernapas.
Kita bisa membantu agar Nadira tidak lagi harus memikul beban sebesar itu di usia mudanya.
Kita bisa membuat keluarga ini merasakan bahwa mereka tidak sendirian dalam perjuangan panjang ini.

Mari kita hadirkan kembali senyum di rumah panggung yang nyaris runtuh itu.
Mari kita bantu Azzam agar tetap hidup, agar ia punya kesempatan memanggil Nadira suatu hari nanti.
Mari kita genggam tangan kecil Nadira yang telah berjuang begitu keras dan berkata, “Kami ada di sini untukmu.”

Klik tombol DONASI sekarang.
Karena bagi Azzam, bantuan Anda bukan sekadar angka — itu adalah napas.
Dan bagi Nadira, bantuan Anda adalah harapan bahwa suatu hari ia akan mendengar kata yang sangat ia rindukan:

“Kakak…”

DISCLAIMER – YAYASAN RUANG KEBAIKAN INDONESIA

Seluruh dana yang terkumpul akan digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan pengobatan Azzam, perawatan alat bantu napas, pemenuhan kebutuhan medis, kebutuhan harian keluarga, serta hal lain yang mendukung proses pemulihan Azzam. Pengelolaan dana dilakukan secara transparan oleh Yayasan Ruang Kebaikan Indonesia. Jika dana terkumpul melebihi kebutuhan yang diperlukan, maka kelebihannya akan dialihkan untuk membantu pasien lain yang membutuhkan sesuai program kemanusiaan Yayasan Ruang Kebaikan Indonesia.

Disclaimer : informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.

Baca selengkapnya ▾

  • December, 22 2025

    Campaign is published

Igetta lewi2 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.482
Sobat Baik3 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 200.324
Bpk3 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 20.698
Hamba Allah3 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.077
Sobat Baik3 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 200.183

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik (4)

Sobat Baik3 bulan yang lalu
Semoga berkah
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Sobat Baik3 bulan yang lalu
Sehat2 Azzam, peluk jauh
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Siti Mariyati Binti Basuni3 bulan yang lalu
Semoga berkah dan bermanfaat
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Sobat Baik3 bulan yang lalu
Ya Alloh karuniakanlah nadira azam pak ujang ibu dede dan keluarganya rezeki yg melimpah barokah. أمين يارب العالمين
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Bagikan melalui:
✕ Close