ImageTak bisa Bicara, Asep Jalan Ngesot Jualan buku kel...
Image

Tak bisa Bicara, Asep Jalan Ngesot Jualan buku keliling

Image
garut,jawabarat
Rp 0 terkumpul dari Rp 75.000.000
0 Donasi 2 bulan, 30 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

“Asep: Tak Bisa Berjalan, Tak Bisa Berbicara — Tapi Tak Pernah Berhenti Berjuang”

Di sudut jalan yang ramai, seorang pria duduk sederhana di samping tumpukan buku-buku pelajaran agama Islam. Namanya Asep, usia 36 tahun. Tubuhnya tidak mampu berdiri, dan lisannya tak bisa mengucapkan kata-kata. Namun dari matanya, terlihat jelas satu hal: ia masih ingin hidup dengan martabat.

Sejak lahir, Asep hidup sebagai difabel. Ia tidak mampu berjalan dan juga tidak dapat berbicara. Kondisi itu membuatnya tidak pernah merasakan bangku sekolah, sesuatu yang bagi banyak orang terasa biasa, tetapi bagi Asep adalah mimpi yang tak pernah sempat dimulai. Ia belajar memahami dunia bukan melalui ruang kelas, melainkan melalui pengalaman hidup yang keras.

Meski memiliki keterbatasan besar, Asep memilih untuk tidak bergantung sepenuhnya pada belas kasihan orang lain. Ia berjualan buku-buku pelajaran agama Islam, berharap setiap buku yang terjual menjadi jalan kebaikan — bukan hanya bagi pembelinya, tetapi juga bagi kehidupannya sendiri. Dengan cara sederhana itu, ia berusaha mencari nafkah secara mandiri.

Hidup tidak selalu ramah kepadanya. Asep sering menghadapi penolakan. Banyak orang ragu mendekat karena kondisinya, sebagian bahkan memilih menghindar. Hingga hari ini, ia belum pernah menikah. Bukan karena ia tidak ingin memiliki keluarga, tetapi karena keadaan membuat banyak orang mundur sebelum benar-benar mengenalnya.

Namun yang membuat kisah Asep begitu kuat adalah sikapnya terhadap hidup. Ia tidak marah pada takdir. Ia tidak menyerah pada keterbatasan. Tanpa suara untuk mengeluh, ia memilih berbicara melalui perjuangan. Tanpa kaki untuk berjalan, ia tetap melangkah dengan tekad yang tidak terlihat.

Setiap hari, Asep datang membawa buku-buku agama dengan harapan sederhana: ada yang membeli, ada yang peduli, dan ia bisa pulang dengan cukup untuk bertahan hidup. Tapi sering kali penghasilan yang ia dapatkan jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan harian, apalagi untuk memperbaiki kualitas hidupnya sebagai penyandang disabilitas.

Inilah kisah Asep seorang pria yang bahkan tidak memiliki kemampuan berjalan dan berbicara, tidak pernah mengenyam pendidikan, namun tetap memilih jalan kebaikan dengan menjual ilmu agama kepada orang lain. Ia tidak meminta dikasihani — ia hanya ingin diberi kesempatan untuk hidup lebih layak.

Hari ini, kita bisa menjadi suara bagi Asep yang tak mampu berbicara. Donasi Anda akan membantu kebutuhan hidup sehari-hari, dukungan alat bantu, serta keberlangsungan usahanya agar ia bisa terus mandiri dan tidak menyerah pada keadaan.

 

🙏 Klik DONASI SEKARANG.

Bantu Asep tetap bertahan.

Bantu perjuangannya terus berjalan, meski kakinya tak mampu melangkah.

Satu kebaikan dari Anda adalah harapan baru bagi seseorang yang selama ini berjuang dalam diam.

 

📜 Disclaimer:

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu kebutuhan hidup, dukungan operasional usaha, serta kebutuhan pendukung lainnya bagi Asep. Apabila terdapat kelebihan dana, sebagian akan digunakan untuk membantu penerima manfaat lain yang membutuhkan sesuai kebijakan lembaga pengelola donasi.

Informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.

Baca selengkapnya ▾

  • March, 4 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close