ImageKecelakaan Kerja 35 tahun lalu, Abah Berjualan Tan...
Image

Kecelakaan Kerja 35 tahun lalu, Abah Berjualan Tanpa Kedua Tangan !

Image
JAWA BARAT
Rp 0 terkumpul dari Rp 75.000.000
0 Donasi 2 bulan, 29 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

“Abah Abon (58): Kehilangan Kedua Tangan, Tapi Tak Pernah Kehilangan Semangat Menafkahi Keluarga”

Setiap pagi, Abah Abon (58) memulai hari dengan memanggul dagangannya dan berjalan menyusuri jalan demi jalan.

Tidak ada yang istimewa dari dagangannya. Hanya jajanan dan barang-barang kecil yang ia tawarkan kepada orang yang ditemuinya.

Namun ada satu hal yang membuat perjuangan Abah begitu luar biasa.

Ia melakukannya tanpa kedua tangan.

Beberapa tahun lalu, saat usianya baru 35 tahun, Abah bekerja di sebuah penggilingan padi. Saat itulah musibah besar terjadi.

Sebuah kecelakaan kerja merenggut kedua tangannya sekaligus.

Dalam hitungan detik, hidupnya berubah selamanya.

Kemampuan bekerja yang selama ini menjadi tumpuan keluarga hilang. Namun yang lebih menyakitkan, Abah tidak mendapatkan kompensasi yang layak atas kecelakaan yang menghancurkan masa depannya tersebut.

Sejak saat itu, Abah harus mencari cara lain untuk bertahan hidup.

Ia memilih menjadi pedagang asongan.

Hari demi hari.

Tahun demi tahun.

Lebih dari dua dekade ia menjalani kehidupan sebagai pedagang keliling demi satu tujuan sederhana: memastikan keluarganya tetap bisa makan dan anaknya tetap bisa sekolah.

Kini, anaknya masih duduk di bangku SD kelas 3 dan masih membutuhkan biaya pendidikan serta kebutuhan sehari-hari.

Di usia yang tak lagi muda, Abah sebenarnya sudah sangat lelah.

Tubuhnya tidak sekuat dulu.

Setiap hari ia harus berjalan berkeliling membawa dagangan dari satu tempat ke tempat lain. Panas, hujan, dan rasa lelah sudah menjadi bagian dari hidupnya.

Namun berhenti bukanlah pilihan.

Karena jika Abah tidak berjualan, keluarganya tidak memiliki penghasilan untuk bertahan hidup.

Yang membuat perjuangannya semakin berat, kondisi fisiknya sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Tidak sedikit pembeli yang membawa lari dagangannya tanpa membayar.

Ada pula yang memanfaatkan keterbatasannya karena tahu Abah sulit mengejar atau mempertahankan barang dagangannya.

Setiap kali itu terjadi, Abah hanya bisa menahan kecewa.

Kerugian yang mungkin terlihat kecil bagi orang lain, bagi Abah berarti berkurangnya uang belanja keluarga dan kebutuhan anaknya.

Sebenarnya Abah tidak memiliki impian yang mewah.

Ia tidak berharap menjadi kaya.

Ia hanya ingin memiliki sebuah warung kecil.

Sebuah tempat sederhana untuk berjualan tanpa harus berjalan jauh setiap hari.

Sebuah tempat yang membuatnya bisa mencari nafkah dengan lebih aman, lebih tenang, dan lebih layak di usia yang semakin bertambah.

Warung kecil itu mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang.

Namun bagi Abah, warung itu adalah harapan untuk masa depan keluarganya.

Hari ini, kita bisa membantu mewujudkan harapan tersebut.

Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membantu kebutuhan hidup sehari-hari keluarga Abah Abon serta mendukung permodalan usaha agar ia dapat memiliki tempat berjualan yang lebih layak dan tidak perlu terus berkeliling di jalanan.

🙏 Klik DONASI SEKARANG

 

Bantu Abah Abon melanjutkan perjuangannya.

Bantu seorang ayah yang telah kehilangan kedua tangannya, tetapi tidak pernah kehilangan tanggung jawabnya kepada keluarga.

Karena terkadang, harapan terbesar seseorang bukanlah kemewahan.

Melainkan kesempatan untuk mencari nafkah dengan tenang dan bermartabat.

📜 Disclaimer:

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari keluarga Abah Abon dan dukungan usaha agar ia memiliki sarana berjualan yang lebih layak. Apabila terdapat kelebihan dana, sebagian akan digunakan untuk membantu penerima manfaat lain yang membutuhkan sesuai kebijakan lembaga pengelola donasi.

Baca selengkapnya ▾

  • June, 22 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close