


Miris bukan? Air keran di panti sudah mulai mengering. Kecil. Tak cukup untuk mandi, cuci piring bahkan berwudhu.
Untuk berwudhu mereka harus tampung air berjam-jam bahkan bisa sampai setengah hari agar ember kamar mandi terisi. Itupun air mengalir tak setiap hari. Satu hari air yang mengalir kecil, berhari-hari kemudian air benar-benar kering.

Air yang tertampung hanya digunakan untuk berwudhu. Itupun tak cukup untuk dipakai 25 santri yatim dhuafa berwudhu meski sudah dihemat.
Alhasil tak jarang santri memilih pergi ke sungai untuk berwudhu dan mandi. Sayangnya letak sungai pun jauh. Santri harus rela berlelah payah jalan kaki untuk ke sana.
Meski keruh, beresiko gatal-gatal dan rentan penyakit, santri tetap wudhu di sana.

Mirisnya lagi saking keringnya air, para santri pun makan pakai kertas nasi agar tak usah cuci piring.

Kerabat peduli kesempatan pahala jariyah dibuka lebar. Mari bantu santri yatim dhuafa ini bangun sumur! in syaa Allah pahalamu mengalir di setiap tetes airnya.
Dari Jabir, dia berkata; Barangsiapa menggali air, maka tiada meminum darinya mahluk hidup dari bangsa jin, manusia, dan burung kecuali Allah akan memberinya pahala di hari kiamat. (HR Bukhari Muslim).

Yuk berikan sedekah terbaikmu dengan cara:

Terima kasih,
Ruang Kita Peduli
___
Ikuti update aktivitas program ini melalui :
Instagram & Facebook: @ruangkitapeduli
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik