

Hanya 15rb per hari hingga tidur di pasar, Nenek Kusni (72 tahun) bertahan hidup dengan memungut beras, ia hidup sendiri sejak ditinggal suami demi sesuap nasi.

Sudah lebih daari 20 tahun Nenek Kusni menjadi pemungut beras yang jatuh dari truck yang ia sebut “Nyapu”. Beras yang ia kumpulkan kemudian dijual sebagai pakan ayam dengan harga sekitar Rp5.000 per liter. Dalam sehari, ia paling banyak hanya mendapatkan 3 - 4 liter saja, atau sekitar Rp20.000 yang bisa ia kantongi untuk membeli sesuap nasi. “dijual 5rb seliter buat makan ayam” .
Sejak suaminya meninggal lima tahun lalu, Nenek Kusni harus menjalani hidup seorang diri melawan kerasnya kehidupan, tubuhnya yang renta dipaksa demi mendapatkan beras yang jatuh dari truck pengirim hingga tidur di pasar demi menyambung hidup. “kadang tidur disini (pasar), kalo diatas beras nggak dingin” –ceritanya.

Nenek punya 3 anak sebetulnya, namun semua anak-anaknya sudah memiliki kehidupan masing-masing dan dengan kondisi yang tidak jauh berbeda sehingga tidak memiliki kesempatan untuk dapat membahagiakan sang ibu.
#SahabatBerbagi, mari kita ringankan beban di pundak Mak Kusni. Berikan harapan masa tua yang layak bagi pejuang nafkah yang tak kenal lelah ini.
Disclaimer: Informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik