

Di saat usia senja seharusnya menjadi waktu yang tenang untuk beristirahat, kenyataan pahit justru harus dipikul oleh seorang nenek berusia 70 tahun.

Setiap hari, langkah kaki renta itu harus terus berjalan menyusuri jalanan, menjajakan gorengan keliling demi sesuap nasi dan masa depan kedua cucunya satu kini duduk di bangku SMK, dan yang paling kecil masih kelas 3 SD. Kedua cucu ini tinggal bersama kakek dan neneknya karena orang tua mereka tidak membersamai. Sang ayah pergi entah ke mana, sementara sang ibu terpaksa merantau bekerja serabutan di tempat lain, sehingga anak-anaknya dititipkan penuh kepada kakek dan nenek.
Beban berat ini dipikul berdua. Sang kakek yang sudah renta setia membantu di rumah, mulai dari belanja bahan seadanya hingga menggoreng dagangan. Nanti, sekitar pukul 09.00 atau 09.30 pagi, sang nenek akan mulai berkeliling dan mangkal di depan sekolah. Dari peluhnya seharian menjajakan dagangan, penghasilan yang didapat tak menentu, rata-rata hanya sekitar Rp50.000 sehari.

Uang sekecil itu harus diputar seketat mungkin untuk makan sehari-hari sekaligus menyekolahkan kedua cucu tercinta.
Ujian hidup mereka semakin terasa berat saat pulang ke rumah. Kondisi tempat tinggal mereka sangat memprihatinkan, dengan atap yang sudah rusak dan bocor di mana-mana. Jika hujan turun, mereka harus bersiap menampung air tetesan di dalam rumah yang sempit.
Namun, di tengah himpitan hidup yang begitu sesak, hati sang nenek justru seluas samudra. Orang-orang sekitar mengenalnya sebagai sosok yang sangat baik hati. Seringkali, saat ada yang membeli 3 buah gorengan, nenek dengan tulus memberikan lebih. Padahal, tak jarang ada pembeli yang berhutang, membuat modal jualannya semakin menipis.

Di balik lelahnya hari-hari yang dilalui, nenek menyimpan sebuah harapan yang sederhana namun begitu berarti. Sambil menahan lelah, beliau pernah bercerita dengan mata yang menyiratkan asa:
“Kalau ada modal dan tempat, nenek pengen banget punya steling (gerobak) buat jualan nasi dan aneka lauk-pauk di pinggir jalan...”
Nenek tahu beliau punya keahlian memasak, dan beliau ingin berusaha lebih baik lagi demi anak-anaknya, bukan sekadar berpangku tangan.
Sahabat, Mari kita larisi dagangan nenek agar nenek bisa mewujudkan mimpinya yang telah lama.
Disclaimer: Apabila dana yang terkumpul melebihi target kebutuhan program, kelebihan dana akan dialokasikan untuk mendukung program kesehatan dan kemanusiaan lainnya yang membutuhkan.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik