
di rumah sederhana, ada seorang anak laki-laki berusia 6 tahun bernama Bima yang hanya bisa terbaring di tempat tidurnya. Tubuh kecilnya tidak bisa berlari, tidak bisa bermain seperti anak-anak lain. Untuk bertahan hidup, Bima harus bergantung pada alat bantu pernapasan yang setia menemani setiap detik hidupnya. Mesin itulah yang membantu paru-parunya mengambil napas yang begitu sulit ia dapatkan sendiri.
Bima adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Namun kehidupan keluarga ini telah lebih dulu diuji oleh kehilangan yang begitu dalam. Tiga kakaknya telah lebih dulu meninggal dunia, meninggalkan luka yang tak pernah benar-benar sembuh di hati keluarganya. Kini harapan keluarga tertumpu pada dua anak yang masih bersama mereka: Bima dan kakaknya, Kiandra (9) yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Di samping tempat tidur Bima, hampir setiap waktu ada sosok ibunya, Dahabah (43). Ia tidak pernah berani meninggalkan Bima terlalu lama. Sedikit saja lengah, napas Bima bisa tiba-tiba melemah. Karena itulah Dahabah memilih untuk sepenuhnya menjaga Bima di rumah, mengorbankan banyak hal demi memastikan anak bungsunya tetap bertahan hidup.
Ayah Bima, Suwarjo (46), bekerja sebagai kuli proyek di luar kota. Ia harus meninggalkan keluarga demi mencari penghasilan. Namun pekerjaan itu tidak selalu menjanjikan. Penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan dasar, sementara kondisi Bima membutuhkan perhatian medis dan perawatan yang tidak sedikit.
Sejak kecil, Bima harus menghadapi berbagai penyakit berat sekaligus. Ia menderita pneumonia, penyempitan saluran pernapasan, down syndrome, dan epilepsi. Penyakit-penyakit ini membuat tubuhnya sangat rentan. Setiap napas terasa seperti perjuangan panjang yang tidak pernah benar-benar berhenti.
Di tengah keterbatasan itu, keluarga ini tidak pernah berhenti berharap. Dahabah hanya ingin satu hal sederhana: Bima bisa bernapas dengan lebih nyaman dan mendapatkan perawatan yang layak. Namun tanpa dukungan, perjuangan ini terasa semakin berat untuk dijalani sendirian.
Kisah Bima memiliki satu kenyataan yang menyayat hati: seorang anak kecil yang bahkan belum sempat mengenal dunia luar, harus berjuang setiap hari hanya untuk sekadar bernapas. Ia tidak meminta apa-apa. Ia hanya bertahan, hari demi hari, ditemani ibunya yang setia di sampingnya.
Hari ini, kita bisa menjadi bagian dari harapan bagi Bima dan keluarganya. Bantuan yang Anda berikan akan digunakan untuk kebutuhan perawatan Bima, dukungan alat bantu, kebutuhan pendukung kesehatan, serta kebutuhan harian keluarga agar mereka dapat terus merawat Bima dengan lebih baik.
🙏 Klik DONASI SEKARANG.
Bantu Bima terus bernapas.
Bantu Dahabah tetap kuat menjaga anaknya.
Satu kebaikan dari Anda bisa menjadi napas harapan bagi seorang anak yang sedang berjuang setiap detiknya.
📜 Disclaimer:
Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu kebutuhan perawatan, operasional medis, serta kebutuhan hidup sehari-hari Bima dan keluarganya. Apabila terdapat kelebihan dana, sebagian akan digunakan untuk membantu penerima manfaat lain yang membutuhkan sesuai kebijakan lembaga pengelola donasi.
Informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik