

Di pelosok perbukitan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, berdiri Masjid Baburrahmah, satu-satunya masjid bagi masyarakat Kampung Mandale. Sejak dibangun pada 1982 dan terakhir direnovasi secara swadaya pada 1987, masjid ini telah menjadi tempat warga menunaikan ibadah, anak-anak belajar Al-Qur’an, dan masyarakat menjalankan berbagai kegiatan keagamaan.

Namun hampir 40 tahun berlalu tanpa renovasi besar. Kondisi bangunan kini semakin memprihatinkan. Masjid belum memiliki jendela yang memadai, sehingga debu, dedaunan, angin kencang, hingga air hujan dapat masuk ke ruang ibadah. Meski demikian, keterbatasan kondisi tersebut tidak pernah memadamkan semangat warga untuk tetap memakmurkan masjid.

Di tengah kondisi itu, ada Saparudin, seorang imam sekaligus guru mengaji berusia 25 tahun yang terus membina anak-anak dan masyarakat Kampung Mandale. Bersama sekitar 28 kepala keluarga atau 118 jiwa, ia menjaga agar syiar Islam tetap hidup di kampung yang mayoritas warganya bekerja sebagai petani gula aren. Sayangnya, keterbatasan ekonomi dan akses menuju lokasi menjadi tantangan besar. Untuk mencapai kampung ini, perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati medan perbukitan, sehingga biaya pembangunan dan pengangkutan material menjadi jauh lebih tinggi.

Kini, masyarakat Kampung Mandale berharap memiliki Masjid Baburrahmah yang lebih kokoh, aman, dan nyaman. Mari bantu wujudkan kembali “pintu rahmat” bagi 118 warga di pelosok Majene. Setiap dukungan yang diberikan akan menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan tempat ibadah yang layak sekaligus menjaga pendidikan Al-Qur’an dan syiar Islam tetap menyala di pelosok negeri.

Mari bersama wujudkan Masjid Baburrahmah yang lebih layak untuk masyarakat Kampung Mandale!
Disclaimer:Informasi dan konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik