

"Dulu kami punya rumah di seberang sana, rumah sederhana tapi cukup buat berteduh. Tapi waktu banjir besar datang, air naik cepat sekali. Kami gak sempat selamatkan barang-barang, yang penting nyawa dulu. Pas banjir surut, rumah kami udah hancur, rusak kena arus besar”, Ucap Abah Rohmana.

Emak Lilis (66) dan Abah Rohmana (76) merupakan pasangan lansia yang harus menghadapi kenyataan pahit ketika rumah mereka diterjang banjir besar. Tepatnya pada tahun 2016 lalu. Air yang datang dengan cepat menghanyutkan rumah yang mereka huni puluhan tahun, hancur beserta hampir seluruh harta benda mereka. Setelah kejadian tersebut, mereka tidak lagi memiliki tempat untuk berlindung, dengan segala keterbatasan memaksa mereka mencari tempat tinggal seadanya.
"Semua habis, gak ada yang tersisa. Mau gimana lagi, akhirnya kami terpaksa tinggal di sini, di tempat yang seadanya. Atapnya banyak yang bocor. Kalau hujan, air merembes ke mana-mana. Dindingnya juga udah pada berlubang", Ucap Mak Lilis.

Kehilangan segalanya, mereka kini menetap di sebuah gubuk tak layak huni di tepi sungai, dengan keadaan dinding dan atapnya penuh lubang. Ketika hujan turun, air masuk ke dalam, membasahi tempat tidur dan barang-barang mereka, menjadikan gubuk itu semakin tidak nyaman untuk dihuni.
Nasib miris mereka kini diperparah dengan kondisi Abah Rohmana yang kini terserang penyakit stroke sejak 5 bulan kebelakang. Semenjak saat itu otomatis Mak Lilis berjuang sendiri untuk mencari nafkah.

"Sekarang Emak jualan kecil-kecilan aja. Jual gorengan, mi instan, sama kopi di rumah. Ya, seadanya aja, yang penting ada pemasukan buat makan sehari-hari. Dulu waktu Abah masih sehat, ada tambahan dari abah yang berkebun, nanem jagung sama singkong, nanti hasilnya bisa dijual. Tapi karena Abah sakit stroke, jadi Emak yang harus cari cara biar tetap bisa makan”, Ucap Mak Lilis.
Untuk dari berjualan warung kecil kecilan di gubuk lapuk mereka ini jelas sangat tidak bisa mencukupi kehidupan mereka berdua. Bagaimana tidak? Penghasilan bersih dari berjualan warung ini perharinya tidak lah sampai 20 ribu rupiah perharinya. Mirisnya lagi tidak jarang warung Mak Lilis tidak ada pembeli.

Setiap hari Mak Lilis bangun dan bekerja dengan berjualan sembari merawat Abah Rohmana yang sudah kesulitan untuk sekedar berjalan. Lelah memang, namun Mak Lilis hanya bisa berjuang akan kehidupannya ini.
#sahabataksi, sungguh miris melihat perjuangan pasutri lansia ini, seperti “bak jatuh tertimpa tangga”, cobaan terus datang silih berganti ke kehidupan mereka.
Yuk! Kita bantu kehidupan Emak Lilis dan Abah Rohmana dengan memberikan donasi terbaikmu dengan cara :
Sahabat aksi bukan hanya bisa mendoakan dan ikut berdonasi, namun sahabat juga bisa membantu lebih dengan membagikan halaman dana ini agar semakin banyak orang yang membantu.
------------------------------------------------------------------
Alamat Kantor Yayasan Sinar Fund Indonesia :
Jl. Ahmad Yani No.669, RT 001/ RW 008, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa barat 40121
Legalitas Yayasan Sinar Fund Indonesia :
Izin KEMENKUMHAM
NOMOR AHU-0000297.AH.01.04.Tahun 2024
Hubungi Kami di :
0821 2945 4553 (Call Center)