ImageButa Total di Usia 90 Tahun, Kakek Yakup Tetap Ber...
Image

Buta Total di Usia 90 Tahun, Kakek Yakup Tetap Berjualan Kerupuk demi Istri yang Sakit dan Anak Berkebutuhan Khusus

Image
Desa Lhok Sentang Kec. Julok Kab. Aceh Timur
Rp 0 terkumpul dari Rp 35.000.000
0 Donasi 1 bulan, 28 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

"Nyaris Tertabrak Motor, Kakek Buta Ini Masih Jualan Kerupuk Demi Istri & Anak Berkebutuhan Khusus" "Kerupuk… kerupuk…" Suara Kakek Yakup terdengar pelan di pinggir jalan. Tangannya meraba-raba setiap langkah sebelum kakinya berani melangkah maju.

Tak ada yang tahu betapa dekatnya maut menyapa beliau hari itu. Sebuah motor melaju kencang dari arah yang tak bisa ia lihat. Tubuh rentanya nyaris tertabrak. Gemetar. Namun ia tetap bangkit karena dagangan kerupuknya belum habis, dan di rumah masih ada istri yang sakit serta anak yang menunggunya pulang. Di usia 90 tahun, Kakek Yakup seharusnya bisa beristirahat.

Namun takdir berkata lain. Sejak kecil, satu mata Kakek Yakup sudah tidak bisa melihat dengan baik. Operasi pernah dijalani, hingga akhirnya ia hanya memiliki satu bola mata yang tersisa. Selama bertahun-tahun, mata itu menjadi satu-satunya jendela dunianya untuk melihat istri tercinta, untuk melihat anaknya tumbuh, untuk melihat jalan yang setiap hari ia susuri demi mencari nafkah. Namun perlahan, mata satu-satunya itu pun mulai mengkhianatinya. Infeksi datang. Nyeri yang tak tertahankan menyusul. Kakek Yakup ingin berobat tapi penghasilannya dari berjualan kerupuk hanya berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 per hari. Tidak cukup untuk ke rumah sakit.

Maka ia tahan. Ia obati seadanya. Ia berdoa. Tidak kunjung membaik.Hingga pada akhirnya, kegelapan total menyelimuti hidupnya. Mata terakhirnya pun padam dan sampai hari ini, matanya masih terasa sakit. Setiap hari. Tanpa penanganan yang layak. Kini Kakek Yakup berjalan benar-benar dalam gelap. Tapi ia tidak berhenti. Dengan tongkat sebagai pengganti penglihatannya, Kakek Yakup tetap keluar setiap hari membawa kerupuk titipan orang yang harus tetap ia jual. Bukan karena ingin, tapi karena harus. Di rumah, istrinya terbaring sakit. Anaknya yang berkebutuhan khusus butuh makan.

Tidak ada yang lain hanya Kakek Yakup, dengan tubuh rentanya, mata yang tak lagi berfungsi, dan asam urat yang terus menggerogoti setiap langkahnya. Untuk makan pun, Kakek Yakup tidak bisa memilih. Sehari-harinya hanya nasi putih tanpa lauk dan segelas air putih. Bukan karena tidak mau makan yang lebih baik tapi memang tidak ada yang bisa dibeli. Dan rumah yang ia pulangi setiap malam? Hanyalah sebuah gubuk kayu dari papan-papan seadanya. Dindingnya renggang, atapnya tipis. Tapi di situlah Kakek Yakup dan keluarganya bertahan dengan segala keterbatasan yang ada.

Bayangkan berjalan dalam gelap gulita di jalan ramai, membawa dagangan, dengan tubuh yang renta dan kaki yang nyeri demi orang-orang yang kita cintai. Itulah yang dilakukan Kakek Yakup setiap hari. Beliau tidak meminta belas kasihan. Beliau hanya terus berjuang dengan apa yang masih tersisa. Tapi perjuangan itu terlalu berat untuk ditanggung sendirian. Mari kita jadikan donasi kita hari ini sebagai cahaya bagi Kakek Yakup yang sudah lama hidup dalam kegelapan. Bantu biaya pengobatan matanya, bantu meringankan beban hidupnya, dan bantu pastikan beliau tidak lagi harus bertaruh nyawa di jalanan demi sesuap nasi. Kebaikanmu hari ini, adalah sinar harapan untuk sisa usia beliau.

Disclaimer: Informasi dan konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.

Baca selengkapnya ▾

  • July, 28 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close