Di tengah reruntuhan Gaza, air bersih kini menjadi sesuatu yang sangat berharga. Rusaknya jaringan air dan sanitasi memaksa banyak keluarga pengungsi bergantung pada air yang tidak layak konsumsi, sehingga risiko penyakit seperti diare dan infeksi saluran pencernaan terus mengintai, terutama bagi anak-anak dan lansia yang tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Pada 19 Januari 2026, tim menyalurkan bantuan air bersih untuk para pengungsi di Gaza Utara. Sebanyak 10 mobil tangki dikerahkan untuk mendistribusikan sekitar 40.000 liter air layak minum kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan. Air bersih tersebut dibeli dari beberapa sumur yang masih beroperasi di wilayah setempat, kemudian dibawa langsung menuju titik-titik pengungsian.

Distribusi dilakukan di beberapa lokasi pengungsian, di antaranya Pusat Pengungsian Fatimah Al-Zahra, Pusat Pengungsian Ibnu Al-Haitsam, wilayah Al-Shuja’iya, wilayah Al-Daraj, serta Pusat Pengungsian Al-Ramla. Melalui penyaluran ini, sekitar 2.000 keluarga atau sekitar 10.000 jiwa menerima bantuan air bersih dengan alokasi sekitar 20 liter untuk setiap keluarga.

Selama proses distribusi berlangsung, masyarakat menerima bantuan dengan tertib dan penuh rasa syukur. Banyak dari mereka menyampaikan bahwa tanpa bantuan seperti ini, mereka tidak mampu membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Bagi para pengungsi yang hidup di tengah keterbatasan, satu jerigen air bersih bukan sekadar untuk menghilangkan dahaga, tetapi juga menjadi perlindungan dari ancaman penyakit yang dapat muncul akibat lingkungan yang tidak higienis.

Terima kasih kepada Sahabat yang telah menjadi bagian dari hadirnya bantuan ini. Semoga setiap tetes air yang mengalir menjadi penguat bagi saudara-saudara kita di Gaza, sekaligus menjadi amal kebaikan yang terus mengalir pahalanya.
Jangan lewatkan update informasinya melalui
Website : www.kasihpalestina.com https://forhumanity.id/
Fanpage : Kasih Palestina, For Humanity
Instagram : @kasihpalestina @forhumanity.id






