

Di pelosok Garut, tepatnya Kampung Cilukut, Desa Mekarmukti, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, berdiri Masjid Nur Hidayah yang menjadi tempat ibadah bagi sekitar 49 kepala keluarga. Masjid berukuran 5×5 meter ini juga menjadi tempat anak-anak belajar mengaji, serta tempat berlangsungnya pengajian rutin bagi bapak-bapak dan ibu-ibu. Meski sederhana dan sempit, warga tetap berusaha memakmurkannya setiap hari.
Namun, kondisi bangunannya kini semakin memprihatinkan. Kayu-kayu yang menjadi bagian dari struktur masjid mulai lapuk dan berbunyi, dinding triplek sudah berlubang, sementara air hujan kerap merembes hingga ke area imam. Kondisi lantai dan atap yang semakin rapuh bahkan membuat jamaah khawatir masjid sewaktu-waktu ambruk. Fasilitas lainnya pun tak luput dari kerusakan. Pintu Toilet masjid telah rusak dan karpet yang digunakan jamaah sudah banyak yang rusak.

Di tengah kondisi tersebut, Pak Didin Nursidik (50) bersama warga tetap menjaga kegiatan keagamaan agar terus berjalan. Sekitar 20 anak masih belajar mengaji, sementara pengajian bapak-bapak dan ibu-ibu tetap dilaksanakan secara rutin. Dengan kondisi ekonomi masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan sekitar Rp50.000 per hari dan tidak menentu, membangun kembali masjid secara mandiri menjadi tantangan yang tidak mudah.

Mereka tidak meminta masjid yang mewah. Mereka hanya ingin tempat ibadah yang aman, kokoh, dan nyaman untuk digunakan bersama. Mari bersama membantu menghadirkan Masjid Nur Hidayah yang lebih layak, agar warga dapat beribadah dengan tenang dan anak-anak tetap memiliki tempat untuk belajar agama.

Semoga sedekah yang kita titipkan menjadi bagian dari amal jariyah yang terus mengalir. Bersama, hadirkan kenyamanan beribadah untuk warga pelosok Garut!
Disclaimer:Informasi dan konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik