Image“Kalau beli perban, kita gak makan hari ini, Bu....
Image

“Kalau beli perban, kita gak makan hari ini, Bu...” Dilema Pilu Tukang Jahit dengan Upah 10 Ribu

Image
Kabupaten Bandung Barat
Rp 20.617 terkumpul dari Rp 50.000.000
1 Donasi 26 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Hati suami mana yang tak hancur?

​Setiap hari Pak Aris bekerja keras menjahit dengan upah hanya Rp10.000. Uang sekecil itu memaksanya menghadapi pilihan yang mustahil setiap hari: Membelikan obat untuk istrinya yang sedang membusuk, atau membeli nasi agar mereka tidak mati kelaparan.

​Sudah satu tahun Bu Komala menahan sakit. Awalnya hanya bentol kecil yang gatal, dikira gigitan serangga biasa. Namun siapa sangka, dalam 5 bulan terakhir, bentol itu berubah menjadi mimpi buruk.

​Luka itu kini menganga lebar, bernanah, dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat.

​Kondisinya kian kritis. Karena tak mampu membeli perban medis yang steril, Pak (Nama Suami) terpaksa membalut luka istrinya dengan kain bekas seadanya. Rasa perih dan risiko infeksi tak lagi dipedulikan, yang penting luka itu tertutup.

​Dokter kini tengah mempertimbangkan langkah drastis: Apakah Bu Komala harus menjalani KEMOTERAPI berat atau tangannya harus DIAMPUTASI.

​Namun, bagaimana bisa sampai ke sana? Untuk ongkos ke rumah sakit saja mereka tak punya, apalagi biaya pengobatan jangka panjang.

​Sahabat, jangan biarkan Bu Komala kehilangan harapan (atau tangannya) hanya karena ketiadaan biaya. Mari bantu ringankan beban Pak Penjahit ini.

Disclaimer : informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.

Baca selengkapnya ▾

  • Februari, 20 2026

    Campaign is published

Hamba allah2 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 20.617

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close