ImageDitinggalkan Ayah Karena Kelainan Genetik Langka, ...
Image

Ditinggalkan Ayah Karena Kelainan Genetik Langka, Bantu Perjuangan 3 Difabel Bersaudara

Image
Kabupaten Bandung
Rp 0 terkumpul dari Rp 290.000.000
0 Donasi 1 bulan, 14 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Tulang kaki rasanya sakit sekali kalau diseret terus menerus. Karena Dik Ari menggunakan lututnya sebagai alas dan tangan sebagai tumpuan. Terkadang Ada yang luka baik luka yang lama, tapi belum berobat, jadinya infeksi,maupun luka yang baru karena tergesek di tanah dan bebatuan. Tapi Kalau Dik Ari gak bantu jualan, Dik Ari gak bisa makan hari ini. Cuma mengandalkan dari jualan dompet kecil buatan kakaknya Wina (13 Th)."

Dik Ari ini adalah anak ke-2 dari 3 bersaudara. Yang pertama yaitu kakak nya Ari (Wina) kondisinya sama seperti dik Ari,kaki nya bengkok dan tidak bisa berjalan,begitu juga dengan Adik nya dik Ari yang berusia 3 tahun,kaki nya bengkok juga seperti kedua kakak nya (Wina dan Ari). Mereka pun di tinggal oleh ayah nya yang pergi entah kemana. Dan mereka terpaksa harus saling bahu membahu agar mereka bisa makan setiap hari. 

Kakinya dik Ari bengkok seperti terpelintir ke dalam, seorang adik kecil menyeret kakinya sejauh 5 KM sehari untuk membantu ekonomi keluarga nya cuma dapat 5-10 ribu. Dik Ari dan ibunya berjuang mati-matian demi bisa mencukupi ekonomi keluarga dengan berjualan dompet kecil keliling kampung buatan sang Kakak. Inilah kisah perjuanga dik Ari dan ketiga saudaranya bikin banjir air mata. 

Raut wajahnya penuh tangis, dik Ari lahir dengan kelainan genetik langka. Saat itu, orang tuanya tak bisa membawa dik Ari ke rumah sakit karena tak ada biaya. Akhirnya, sampai sekarang kakinya lumpuh, bengkok, tak bisa terselamatkan.

Dik Ari berjalan bukan menggunakan kaki seperti kita, melainkan menyeret kakinya yang melengkung dan berjalan menggunakan tangan. Tanpa ada alat bantu sekalipun. Bagaimana betapa perih kakinya harus menyeret tanah dan bebatuan setiap hari?

Usianya yang masih sangat kecil dik Ari tertatih-tatih mendorong kakinya sambil mengetuk dari pintu ke pintu untuk menawarkan dompet kecil buatan kakak nya sambil mengalungkan kertas bertulis dagangannya agar banyak yang beli. Tapi, jarang ada yang memanggilnya untuk membeli. 

Ibunya dik Ari pun pernah melarang dik Ari untuk berjualan dompet kakak nya,tapi Ari ingin sekali membantu ekonomi keluarganya agar bisa terbeli susu untuk sang adik.

"Rasa minder dan iri selalu membayangi sang kakak Wina,dalam sendiri nya ia selalu menangis karna tidak bisa beraktifitas seperti orang lain." Ibu nya Wina-

Dengan modal seadanya yang penting wina masih ada kegiatan untuk merajut membuat dompet dompet kecil dengan modal yang sangat terbatas,keinginan wina hanya satu,yaitu ingin memiliki mesin jahit agar bisa memproduksi banyak dompet-dompet kecil.

Teman baik,kita bantu sama sama untuk ketiga saudara ini yang memiliki kelainan dari lahir agar mereka bisa tersenyum di setiap langkah nya.

 

Kantor Yayasan Amanah Kebaikan Insani

Jln Kebon Kopi Gg.Pak Majja Rt.03/08, Cibereum, Cimahi Selatan

Informasi & Konfirmasi Donasi

Whatsapp Center : ‪+62 878-2244-6583

Izin Lembaga

•⁠ ⁠AKTA PENDIRIAN yayasan Amanah Kebaikan Insani no 1, tanggal 31 Maret 2022
•⁠ ⁠Keputusan menteri hukum dan HAM RI. No. AHU-0007925.AH.01.04.Tahun 2022

Disclaimer: Informasi dan konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.

Baca selengkapnya ▾

  • Februari, 17 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close