
Bi Yati (46 th) adalah istri dari seorang buruh tani bernama Mang Warnita (47 th) Hidup mereka sederhana, menggantungkan hari pada upah tani yang tak menentu. Kini cobaan berat menimpa keluarga kecil ini.

Kondisi Bi Yati terus memburuk. Perutnya membesar akibat penumpukan cairan, tubuhnya semakin lemah, pendengarannya menurun, dan di beberapa waktu ia mengalami muntah darah Sirosis Hepatis menggerogoti tubuh Bi Yati . Rasa sakit datang silih berganti, membuatnya sulit bergerak dan hanya bisa terbaring menahan perih. Setiap detik terasa panjang, setiap napas adalah perjuangan.

Dokter menyampaikan bahwa kerusakan hati yang dialami Bi Yati sudah berada di tahap berat. Pengobatan rutin tak lagi cukup. Cangkok hati menjadi satu-satunya jalan agar ia bisa bertahan hidup. Tanpa tindakan ini, kondisinya dapat memburuk sewaktu-waktu dan mengancam nyawanya.

Di sisi lain, suami Bi Yati hanyalah buruh tani dengan penghasilan tak menentu. Untuk biaya makan sehari-hari saja sering kali harus berhutang, apalagi menanggung biaya pengobatan yang begitu besar. Ia tetap setia mendampingi sang istri, meski di balik wajah tabahnya tersimpan ketakutan kehilangan orang yang paling ia cintai.
Hari-hari mereka kini dihabiskan antara rumah dan rumah sakit. Tak ada yang bisa diandalkan selain doa dan harapan akan datangnya pertolongan. Waktu terus berjalan, sementara kondisi Bi Yati kian melemah. Keluarga kecil ini sangat membutuhkan uluran tangan agar harapan hidup itu tidak padam di tengah jalan. Mari bersama menjadi bagian dari ikhtiar menyelamatkan Bi Yati. Sekecil apa pun bantuan yang kita berikan, sangat berarti untuk membuka jalan menuju cangkok hati yang ia butuhkan. Semoga kebaikan ini menjadi penolong, bagi Bi Yati dan juga bagi kita semua.
Disclaimer: Informasi dan konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik