


Emak Raisem, seorang lansia yang usianya kini menginjak 97 tahun. Di usia yang hampir satu abad ini, Emak harus menelan pahitnya takdir. Hidup sebatang kara tanpa anak, suami, maupun keluarga di sebuah rumah kecil.

Tubuh Emak sudah sangat ringkih. Kakinya sudah lemas dan tak lagi mampu menopang berat badan untuk berjalan jauh. Hari-harinya hanya dihabiskan di dalam rumah, menatap pintu sambil berharap ada tetangga baik hati yang datang membawakan sesuap nasi. Bayangkan, jika tetangga tidak ada yang memberi, Emak Raisem terpaksa menahan lapar seharian.

Yang paling memilukan adalah saat Emak jatuh sakit. Tak ada tangan anak yang memijatnya, tak ada suara keluarga yang menenangkan. Bahkan untuk sekadar minum saja, Emak harus berteriak memanggil orang di luar rumah agar ada yang masuk dan membantunya. Di keheningan malam, Emak sering terjaga, menangis meratapi nasibnya yang begitu pilu di ujung usia.
Mari kita muliakan Emak Raisem. Satu kebaikanmu, akan sangat berarti bagi Emak.
Disclaimer : informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik