

"Kalau Mak sudah enggak ada, Tisna mau sama siapa?" Ucap Mak Uyu dengan suara bergetar, penuh kesedihan.

Mak Uyu, seorang wanita paruh baya berusia 59 tahun, saat ini menjalani kehidupan nya penuh dengan kesabaran dan ketulusan.

Delapan tahun yang lalu suaminya telah meninggal dunia, saat ini ia hanya tinggal bersama anak satu-satunya bernama Tisna yang sudah berusia 24 tahun yang terlahir dengan keterbatasan mental .

Akibat kelainan ini membuat komunikasi antara Tisna dengan Ibunya mengalami Kesulitan. Meski begitu, Mak Uyu tak pernah berhenti berusaha memberikan yang terbaik untuk Tisna, putra satu-satunya tersebut.
Setiap pagi, Mak Uyu sudah bangun. Ia menyiapkan jajanan anak-anak, lalu pergi berjualan di dekat sekolah dan taman. Berbagai makanan ringan ia tawarkan, berharap ada yang membeli. Tapi, pendapatan Mak Uyu tak menentu,

"Kadang Mak kalau pulang suka enggak bawa apa-apa, suka sedih," ungkap Mak Uyu. Hatinya sering pilu ketika pulang dengan tangan kosong.
Meski lelah dan kadang putus asa, Mak Uyu tidak pernah menyerah. Ia tahu betul, setiap tetes keringatnya adalah untuk Tisna, satu-satunya alasan baginya untuk terus berjuang. Cuaca buruk seringkali jadi teman Mak Uyu.

Terik matahari menyengat, hujan deras mengguyur, tapi ia tetap bertahan demi Tisna. Melihat anak-anak membeli jajanannya, hati Mak Uyu sedikit terhibur. Ia selalu membayangkan Tisna juga bisa merasakan kebahagiaan serupa, meski dengan caranya sendiri.

Setelah berjualan, Mak Uyu pulang untuk menyiapkan makanan Tisna. Ia selalu berusaha mengajak Tisna dalam setiap kegiatan sehari-hari, meskipun Tisna sering kesulitan memahami atau mengikuti. Mak Uyu bukan hanya seorang ibu; ia juga sahabat dan pendukung setia bagi Tisna.

"Cuma Emak temannya Tisna, dia enggak punya teman selain Emak," ujar Mak Uyu sambil mengusap air mata. Tentunya ucapan Mak Uyu ini menggambarkan betapa dalam ikatan mereka, dan betapa besarnya cinta Mak Uyu.
Harapan terbesar Mak Uyu adalah bisa membuka usaha di rumah. Dengan begitu, ia bisa selalu menemani Tisna, karena itulah kebahagiaan terbesarnya. Ia ingin Tisna tidak merasa sendirian, dan ia ingin selalu ada di sampingnya.
#Sobatbanyu, melihat keadaan Mak Uyu dan Tisna, mari kita bersama-sama mengulurkan tangan. Sedikit rezeki dari kita, sangat berarti bagi mereka. Kisah Mak Uyu adalah pengingat tentang kekuatan cinta seorang ibu, ketulusan hati, dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi cobaan hidup. Mari kita bantu wujudkan harapan Mak Uyu agar ia bisa terus menjaga Tisna dengan tenang dan penuh kasih sayang.
Disclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untuk Pemenuhan penunjang kesehatan Tisna, Modal Usaha Mak Uyu, Pemenuhan kebutuhan bulanan keluarga Mak Uyu serta jika terdapat kelebihan Dana akan digunakan untuk implementasi program dan penerima manfaat lainnya yang membutuhkan dibawah naungan Yayasan Banyu Derma Indonesia.
informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik