ImageMAK ROHANAH PENJUAL GORENGAN SEKALIGUS PEMULUNG...
Image

MAK ROHANAH PENJUAL GORENGAN SEKALIGUS PEMULUNG

Image
Ka. Sumedang Jawabarat
Rp 0 terkumpul dari Rp 40.000.000
0 Donasi ∞ hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

"Ya Allah, Nak, mau bagaimana lagi," ujar Mak Rohanah, suaranya bergetar. "Suami Emak sudah enggak bisa banyak aktivitas lagi, sudah 7 kali jatuh. Waktu itu pernah jatuh dari gunung ke jurang sampai kepalanya penuh duri, terus banyak darahnya."

 Di usianya yang ke-69, Mak Rohanah kini menjadi tulang punggung keluarga, menggantikan sang suami yang tak berdaya setelah kecelakaan mengerikan itu.

Setiap hari, sebelum matahari terbit, Mak Rohanah sudah bersiap. Ia menjajakan gorengan keliling, berjalan jauh menyusuri jalanan. Gorengan tersebut bukanlah miliknya sendiri; namun ia hanya membantu menjualkannya saja,

 "Kalau gorengan ini habis, Emak cuma dapat 12 ribu, Nak," katanya. "Kalau ada sisa, kadang dibawa pulang, tapi itu enggak tentu."

Setelah selesai berjualan gorengan, Mak Rohanah tidak langsung istirahat. Ia segera mengambil karung besarnya, lalu mulai memulung sampah plastik dan kardus. Ia mengelilingi satu desa, bahkan tak jarang memulung sampai ke hutan.

Penghasilan dari memulung jelas tidak besar. Bayangkan!, Mak Rohanah harus mengumpulkan sampah selama lima hari penuh hanya untuk mendapatkan uang Rp30.000. Sungguh miris, ia harus berjalan kaki sejauh itu dan mengumpulkan sampah berhari-hari demi bisa makan di hari itu.

"Emak biasanya suka menjual 10 kilogram, itu juga ngumpulinnya kadang 4 atau 5 hari. Dapat Rp30.000 menurut Emak sudah besar, biasanya di bawah Rp30.000," jelas Mak Rohanah, menunjukkan betapa kecilnya uang yang ia dapatkan.

Dengan penghasilan sekecil itu, Mak Rohanah harus menghidupi seorang cucu yang masih SMP dan merawat sang suami. Cucu itu ditinggalkan kedua orang tuanya tanpa tanggung jawab, sehingga mau tidak mau, Mak Rohanah lah yang menanggung semua kebutuhannya.

Bukan hanya itu, kondisi rumahnya pun sangat memprihatinkan. Atap-atapnya penuh tambalan dan dilapisi plastik agar tidak bocor dan debu tidak berjatuhan. Lantainya pun masih tanah, belum dikeramik.

Akan tetapi Mak Rohanah selalu berserah diri serta bersyukur, meskipun kondisi rumahnya tak layak huni dan penghasilannya kecil, ia tetap terus berusaha mencari nafkah. Tak jarang, banyak orang yang sering membantu Emak, seperti memberi makan atau sepatu sekolah untuk cucunya. Hal ini menjadi bukti bahwa di tengah kesulitan, selalu ada kebaikan yang datang.

#Sobatbanyu, hari ini mungkin kita bisa menikmati hidup dengan makanan lezat dan rumah yang nyaman. Namun, di luaran sana, masih banyak Mak Rohanah lain yang membutuhkan uluran tangan kita. Mari kita bersama-sama bantu Mak Rohanah memenuhi kebutuhannya, agar ia bisa merasakan sedikit keringanan dalam hidupnya yang penuh perjuangan ini.

 

Disclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untuk Pemenuhan penunjang kesehatan Suami Mak Rohanah, Modal Usaha Mak Rohanah, Dana pendidikan Cucunya, Renovasi rumahnya, Pemenuhan kebutuhan bulanan Mak Rohanah serta jika terdapat kelebihan Dana akan digunakan untuk implementasi program dan penerima manfaat lainnya yang membutuhkan dibawah naungan Yayasan Banyu Derma Indonesia.

informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.

Baca selengkapnya ▾

  • July, 3 2025

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close