ImageMASA MUDA BERJUANG UNTUK NEGARA, MASA TUA BERJUANG...
Image

MASA MUDA BERJUANG UNTUK NEGARA, MASA TUA BERJUANG UNTUK KELUARGA

Image
Tasikmalaya, Jawabarat
Rp 0 terkumpul dari Rp 40.000.000
0 Donasi sudah berakhir

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Info Campaign

“Awal mah ieu bingung keur ngiuhan,,, ah ieu mah supaya nangtung ue da aya kenteng urut waktos eta dibangun teh, keun ue handap na mah nu penting ka tutupan…” ungkap Abah Sadri saat menceritakan awal mula rumah panggung nya dibangun.

Abah Sadri saat ini berusia kurang lebih 100 tahun meski dalam KTP nya tercantum tahun 1954 , hal ini bisa dibuktikan dengan ingatan Beliau mengenai masa perjuangan (Zaman Penjajahan Belanda) banyak hal yang menarik yang Abah Sadri ceritakan  salah satunya jika dulu Indonesia dipimpin bukanlah oleh seorang Presiden melainkan seorang raja yakni Ratu Helmina yang merupakan Pemimpin Kerajaan Belanda pada waktu itu, ia pun menceritakan bagaimana teman-temanya yang ditembak mati oleh penjajah Belanda, bahkan Abah masih mengingat nama-nama temannya tersebut.

Saat ini meski ia kondisi tubuhnya sudah tua renta dan ringkih namun semangat nya dalam mencari nafkah patut diacungkan jempol, setiap hari dengan penuh semangat Abah berjalan kaki sejauh 6 Km berjualan perabotan anyaman bambu hasil dari kerajinan tangan nya sendiri, dari jam 10 siang sampai jam 5 sore Abah harus berjalan kaki untuk menawarkan Perabotan anyaman bambunya tersebut, dari harga 10 ribu sampai dengan 30 ribu Perabotan buatan nya Ia hargai,

“ tah ieu (Aseupan) 10 ribu harga na, ieu (Nyiru) 30 ribu, mun tolombong nu alit 20 ribu… mun batur mah ngical nu kieu teh (nyiru) 50 ribu, ahh Abah mah keun ue karunya,,, da lamun dihitung mah teu ka uji ku ninggal dipidameul namah, teu sadinteun kedah dibelah heula awi na, terus dikerik can di poe dugikeun ka garing kakara di anyam,, nganyam nu kieu ge (Aseupan) bisa 2 dugi 3 dinteun,,,,” ungkap Abah Sadri.

Sedangkan untuk bahan utama berupa  kayu bambu, Abah harus menyuruh tetangganya untuk mengambilnya dengan upah perabotan hasil dari kerajinan yang Ia buat sebab kalau ngasih upah Uang ia tak punya, jangankan uang untuk ngupah, untuk dirinya makan pun harus menunggu apa yang Ia buat terjual terlebih dahulu. Ia makan 2x sehari itu pun hanya dengan uras (lontong kecil) saja, padahal saat ini Abah Sadri sedang sakit Demam namun saat ditanya sudah minum obat belum?... Ia jawab,

“Tea aya kanggo meser landong na,,, wayah na keun ue dirarasakeun sa kuat-kuat na…” lirih Abah Sadri.

Di usianya yang sudah sangat Tua seperti saat ini, seharusnya kebutuhan asupan makanan Beliau terpenuhi, terutama jika sedang sakit seperti sekarang, namun apalah daya penghasilan Abah Sadri tak bisa memenuhi hal itu, hingga sedang sakit pun Ia terpaksa masih harus tetap bekerja membuat perabotan dari Anyaman Bambu, bahkan tak jarang Ia juga harus berkeliling jalan kaki nawarin perabotan anyaman itu meski sedang sakit hanya demi bisa mendapatkan uang agar Ia beserta Istrinya bisa makan.

URGENITAS: Abah Sadri saat ini tinggal disebuah rumah Panggung yang tiang-tiang penyangganya sudah kropos, dindingnya pun terbuat dari Anyaman bambu sedangkan lantainya yang terbuat dari papan kayu yang sudah rapuh, tentu kondisi ini jika tidak segera diperbaiki Rumahnya sangat membahayakan keselamatan Abah Sadri beserta Istrinya jika terjadi hujan deras disertai Angin kencang, khawatir jika Rumahnya tersebut bisa roboh sehingga menimpa Mereka berdua.

Bahkan Rumahnya itu tak memiliki MCK (toilet), bayangkan untuk Buang air besar Ia harus ke empang belakang rumahnya, begitupun jika untuk berwudhu Beliau menggunakan Air di Empang juga tentu ini sangatlah tidak baik bagi Kesehatan Abah Sadri dan Emak Mursinahsedangkan Air untuk minum dan mandi Ia mengambilnya ke Sumur yang menjadi sumber Air di Kampungnya yang berjarak 1 km dari Rumahnya, namun jika sedang musim kemarau Abah harus mengambil Air lebih jauh lagi ke Sumur susu yang berada di perbukitan dibelakang Kampungnya dengan berjalan kaki yang jaraknya bisa sampai 3 Kilometeran, tentunya dengan kondisi tubuh yang serenta itu sangat menyusahkan Beliau.

Bersama Istrinya yang Bernama Mak Mursinah yang saat ini usianya beda 4 tahun sama Abah sekitar 90 tahun lebih, Beliau hanya tinggal berdua di rumah panggungnya yang sudah usang, pada saat team Banyu Derma berkunjung Mak Mursinah sedang tidak ada di rumah karena sedang mengaji ke Masjid dan tak lama Emak pun Pulang dan langsung menyalakan perapian yang berada di dapur belakang rumahnya untuk menghangatkan sisa Uras (lontong kecil) menu makan pagi tadi. Sebenarnya Abah Sadri memiliki 6 Anak 1 diantaranya sudah meninggal tinggal 5 Anak lagi dan semuanya sudah tinggal terpisah sering Anak-anaknya menjenguk Abah dan Emak namun karena kondisi ekonomi yang terbatas juga jadi Mereka tak bisa membantu banyak.

#SobatBanyu sungguh pilu hari tua Abah Sadri dan Mak Mursinah di usianya yang sudah menginjak seratus tahun, padahal Mereka berdua seharusnya sudah waktunya untuk menikmati hari tuanya, tidak lagi harus banting tulang mencari uang untuk bisa makan atau tidak harus memikirkan hari ini makan apa, atau mengkhawatirkan rumah satu-satunya sebagai tempat Mereka bernaung jika sedang hujan deras atau angin kencang bakalan rubuh atau tidak?, kondisi ini tentu memprihatinkan namun Abah Sadri tak bisa berbuat banyak, untuk sekarang Ia hanya berharap pertolongan Allah SWT dibulan Ramadhan ini melalui tangan-tangan baik #SobatBanyu semua yang mau berdonasi.

 

Alirkan Amal, dengan Nyata bersama Banyu Derma!.

 

Disclaimer: Dana yang terkumpul dalam penggalangan ini, akan digunakan untuk perbaikan Rumah, Pemenuhan kebutuhan sehari-hari keluarga Abah Sadri, Pemenuhan penunjang kesehatannya, Modal Usaha Abah Sadri dan jika terdapat kelebihan dana, akan digunakan untuk untuk membantu para penerima manfaat lainnya yang berada dibawah Program Yayasan Banyu Derma Indonesia.

Baca selengkapnya ▾

  • May, 22 2025

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close