

Disabilitas pejuang keluarga, Pa Enon (50 tahun) tanpa tangan melakukan reparasi TV hanya dengan kaki. “karena kebutuhan” ucapnya

Kelainan genetik membuat pa Enon terlahir tanpa kedua tangan, postur yang tidak sempurna dan kaki yang pendek. Namun kewajibannya sebagai kepala kepala keluarga tak ia lepaskan, berbekal semangat tersebut ia menjalani kursus service elektronik yang banyak orang meragukan. “kan masih ada kaki, ya pake aja yang ada”
Dalam perjalannya menjalani kursus pa Enon mendapatkan tawaran memperdalam keahliannya di kota besar melalui program ke dinas-an.

Walau dengan keahliannya ia bisa berdikari, dengan keterbatasan fisiknya tak banyak yang ia bisa lakukan layaknya orang normal ditambah kini usianya juga semakin sepuh.
“karena usia mata rada burem, komponen kan kecil jadi ngebayang. kalo salah pasang ya saya yang harus tanggung jawab”

Padahal upah usaha nya tak lebih dari 50rb, jika ia harus mengganti komponen tersebut yang harganya mulai seperlima upahnya hingga ratusan ribu, belum lagi kini permintaan service / reparasi alat elektronik semakin sepi. “sekarang lebih milih beli baru, mikirnya dari pada service nggak tahan lama, beli baru juga udah murah”

ia mengontrak di kota untuk mencari uang bahkan tidurnya pun hanya beralaskan karpet. Sisa pendapatan yang bisa ia kirim ke kampung 300rb seminggu setelah dikurangi kebutuhannya, “uang segitu ya dicukup-cukupin” jawabnya
Dikampung pa Enon memiliki istri yang masih harus ia nafkahi dan anak usia SMP yang kini masih sekolah.
Sahabat, mari kita ringankan sedikit beban pak enon agar bisa memberi kehidupan yang baik untuk keluarganya dan tetap menyekolahkan anaknya.
Disclaimer : informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik