ImageIDAP 5 PENYAKIT, Ridho Tak Gengsi Rawat Sang Adik...
Image

IDAP 5 PENYAKIT, Ridho Tak Gengsi Rawat Sang Adik

Rp 353.510.031 terkumpul dari Rp 461.000.000
3779 Donasi 1 bulan, 3 hari lagi

Penggalang Dana

Image

Sepulang sekolah, aku gendong adikku keliling jualan kopi… Biar bisa beli obatnya bulan ini. — Ridho, 16 tahun

  Di usia 16 tahun, saat kebanyakan remaja sibuk memikirkan tugas sekolah, bermain bersama teman, atau bercita-cita menjadi apa kelak, Ridho justru menjalani hari-hari yang mungkin terlalu berat bagi anak seusianya. Ia bukan hanya seorang kakak, tapi juga penjaga, pengasuh, sekaligus harapan terakhir bagi adiknya, Salsa, yang kini berusia 6 tahun.

Gambar

  Salsa lahir dengan berbagai kondisi medis berat yang membuatnya berbeda dari anak-anak seusianya. Sejak bayi, ia divonis menderita Celebral Palsy—gangguan sistem saraf yang menyebabkan otot tubuhnya menjadi sangat kaku dan sulit digerakkan. Namun penderitaan Salsa tidak berhenti di situ. Ia juga mengalami ScoliosisHerniaTumor, dan Epilepsi. Kombinasi penyakit yang saling tumpang tindih ini membuat Salsa tak bisa berjalan, tak bisa bicara, dan hanya bisa terbaring lemah dalam pelukan keluarganya. Untuk bergerak sedikit saja, tubuhnya sering kali bergetar karena kejang yang datang tiba-tiba.

 

Gambar

  Ayah dan ibu mereka bekerja serabutan dan sering harus pergi ke luar kota demi mencari nafkah. Namun, pekerjaan itu tak menentu. Kadang ada penghasilan, lebih sering tidak. Saat orang tuanya tidak ada di rumah, Ridho-lah yang harus menjaga adiknya. Bahkan ketika ia berangkat ke sekolah atau berjualan sepulang sekolah, ia sering membawa serta Salsa, menggendongnya dengan kain usang karena kursi roda milik Salsa pun hanyalah pinjaman tetangga.

 

  Saya nggak bisa tinggalin dia di rumah sendirian. Dia nggak bisa ngomong, nggak bisa duduk. Kalau kejang, siapa yang nolong? ucap Ridho lirih.

  Sepulang sekolah, Ridho tak punya waktu untuk bermain atau belajar dengan tenang. Ia langsung mengambil gerobak kopi dan kerupuk yang ia sewa dari tetangga, lalu menyusuri gang demi gang, berjualan keliling sambil menggenggam erat rasa lelah dan lapar. Dalam sehari, ia hanya mampu mendapatkan sekitar Rp 15.000 – Rp 20.000. Uang itu ia sisihkan untuk membantu membeli obat penghilang kaku otot Salsa yang harganya mencapai Rp 600.000 per bulan—angka yang sangat besar bagi keluarga mereka.

Gambar

 

  Terkadang, Ridho menangis dalam diam. Bukan karena ia lelah berjualan atau capek bersekolah, tapi karena ia tak ingin gagal menjaga Salsa. Adik kecilnya itu terlalu lemah untuk bertahan sendiri. Ia tak bisa makan sendiri, tak bisa duduk tanpa bantuan, dan hanya bisa tidur dalam posisi yang sama selama berjam-jam. Jika Ridho tak berada di sisinya, tak ada yang tahu kapan kejang itu akan datang kembali.

Gambar

  “Pernah waktu saya tinggal sebentar buat beli air, pas balik Salsa udah biru bibirnya karena kejang. Sejak itu saya nggak berani tinggalin dia sendirian.”

  Ridho tahu betul bahwa Salsa tidak akan bisa bertahan tanpa bantuan. Tubuhnya semakin hari semakin lemah. Kejang datang lebih sering. Scoliosis membuat tulang punggungnya makin melengkung. Hernia di perutnya makin membesar. Tapi karena keterbatasan biaya, mereka tak bisa membawanya ke rumah sakit secara rutin. Bahkan untuk sekadar kontrol ke puskesmas, Ridho harus menunggu hari di mana ia bisa mengumpulkan cukup uang dari hasil berjualannya.

 

 

💔 Kalau Ridho Tidak Dibantu, Salsa Akan Semakin Menderita

  Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa pertolongan, bukan tidak mungkin Salsa akan menghadapi risiko yang lebih besar. Tanpa obat yang tepat, ia bisa kehilangan kesadaran permanen akibat kejang berulang. Tanpa perawatan tulang dan otot, tubuhnya akan semakin kaku dan rapuh. Dan tanpa alat bantu serta gizi yang layak, Salsa hanya akan semakin terpuruk di usia yang seharusnya penuh harapan.

  Dan bagaimana dengan Ridho? Ia bisa saja putus sekolah, kehilangan masa depan yang layak, hanya karena tak ada lagi pilihan selain menjaga adiknya dan membantu ekonomi keluarga. Masa remajanya perlahan menghilang, digantikan rasa tanggung jawab yang terlalu besar untuk ditanggung seorang diri.

  Saya nggak ingin adik saya mati. Saya juga pengen sekolah tinggi, biar bisa rawat Salsa lebih baik. Tapi sekarang, saya cuma bisa jualan keliling sambil doa.

 

 

🌟 Sahabat Inisiatif, Inilah Saatnya Kita Hadir Menjadi Harapan Bagi Ridho dan Salsa

  Kisah ini bukan sekadar cerita sedih. Ini adalah panggilan nurani untuk kita semua yang masih memiliki tangan yang kuat, hati yang luas, dan sedikit kelebihan rezeki untuk dibagikan. Hari ini, kita bisa menjadi bagian dari perjalanan hidup dua saudara ini—memberi mereka harapan, bukan sekadar bantuan.

Dengan donasi Anda, kita bisa:

  • Membeli obat penghilang kejang dan kaku otot Salsa secara rutin
  • Membantu biaya perawatan rutin, termasuk kontrol ke rumah sakit dan terapi
  • Memberikan alat bantu seperti kursi roda khusus anak CP
  • Memberi bantuan gizi dan popok harian untuk Salsa
  • Membantu Ridho melanjutkan sekolah tanpa khawatir biaya
  • Memberikan bantuan untuk kebutuhan keluarga mereka sehari-hari

📣 Ayo, Jangan Biarkan Ridho dan Salsa Berjuang Sendiri

💛 Klik tombol Donasi Sekarang

💛 Bagikan cerita ini agar lebih banyak orang tahu

💛 Jadilah bagian dari cerita kebaikan ini

  💛 Jadikan hari ini sebagai hari ketika hidup Ridho dan Salsa berubah karena kepedulianmu

  Kita mungkin tidak bisa mengangkat Salsa dari tempat tidurnya, tapi kita bisa mengangkat bebannya bersama-sama.

 

Kantor Yayasan Wahdah Inisiatif Kebaikan

Jl. Graha Jati No.5 RT001/RW013 Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kode Pos 40216

Informasi & Konfirmasi Donasi

+62 877-7717-71745 ( Call Center ).


Disclaimer : informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.

📌 Disclaimer Penggunaan Dana:

  Dana yang terkumpul akan digunakan sepenuhnya untuk mendukung pengobatan, kebutuhan sehari-hari, dan pendidikan Ridho dan Salsa. Jika terdapat kelebihan dana, maka akan digunakan untuk keberlangsungan hidup mereka atau dialokasikan kepada penerima manfaat lain yang membutuhkan di bawah pengawasan Yayasan Wahdah Inisiatif Kebaikan, dengan pengelolaan yang amanah dan transparan.

Baca selengkapnya ▾

  • September, 24 2025

    Campaign is published

Gusti Hersan Aslirosa5 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 100.054
Bu May12 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 300.249
Sobat Baik14 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.318
Sobat Baik15 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.961
Sobat Baik16 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.803

Fundraiser (5)

Impact Kita
Berhasil mengajak 709 orang untuk berdonasi.
Rp  71.454.801
Atelier Donasi
Berhasil mengajak 308 orang untuk berdonasi.
Rp  23.740.136
kurir donasi
Berhasil mengajak 253 orang untuk berdonasi.
Rp  22.636.130
Good Army
Berhasil mengajak 90 orang untuk berdonasi.
Rp  8.228.091
MR G
Berhasil mengajak 47 orang untuk berdonasi.
Rp  7.041.362
Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik (1458)

Gusti Hersan Aslirosa5 jam yang lalu
Mohon doa agar Allah angkat dan sembuhkan sakit saya
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Sobat Baik21 jam yang lalu
Semoga Allah berikan ketabahan dan kekuatan bagi Ridho dan adiknya, Allah lancarkan rezeki dan angkat derajat Ridho dan adiknya... aamiin ya rabb
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
achmad1 hari yang lalu
syafakallah
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Hamba Allah2 hari yang lalu
Ya Allah Sembuhkan dan Angkat Penyakitnya Aamiin
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Sobat Baik2 hari yang lalu
Ya Allah mudahkan urusan Ridho, Adik & Kami Aamiin
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Bagikan melalui:
✕ Close