

Di saat anak-anak seusianya menghabiskan waktu untuk belajar dan bermain, Naufal Akbar (12 tahun) memilih berjalan menyusuri jalanan sambil menawarkan kerupuk dari rumah ke rumah. Bukan karena ingin membeli mainan atau menabung untuk dirinya sendiri. Naufal melakukannya demi satu harapan sederhana: membantu biaya pengobatan ayahnya yang sedang berjuang melawan penyakit kronis.
Sepulang sekolah, ia membawa kerupuk dagangan dan berkeliling menawarkan kepada warga sekitar. Keuntungan yang diperoleh memang tidak besar, tetapi bagi Naufal setiap kerupuk yang terjual berarti tambahan harapan agar ayahnya bisa terus berobat dan membeli tabung oksigen untuk sang ayah bernafas secara lega. Di usia yang masih sangat belia, Naufal belajar bahwa hidup bukan hanya tentang bermain dan belajar, tetapi juga tentang berjuang menjaga orang yang paling ia sayangi.
‘’Meski lelah, Naufal tidak pernah mengeluh. Ia hanya ingin ayahnya kembali tersenyum dan dapat bernapas tanpa rasa sesak’’

Ayah Naufal, Pak Ahmad Saipul Amri, didiagnosis menderita TB Paru berat pada tahun 2018. Kondisinya begitu parah hingga beliau harus menjalani operasi karena paru kanan rusak dan paru kiri bocor. Selama 14 hari, Pak Ahmad dirawat di ruang ICU demi mempertahankan hidupnya. Seiring berjalannya waktu, penyakit tersebut berkembang menjadi Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) stadium berat dan disertai penyakit jantung. Kini Pak Ahmad sering mengalami sesak napas, bahkan untuk berdiri, berbicara, atau berjalan beberapa langkah saja beliau harus berjuang keras. Meski tubuhnya terus melemah, Pak Ahmad tidak pernah menyerah. Dari rumah, beliau masih menerima pekerjaan menjahit pakaian sesuai kemampuan fisiknya. Namun karena tidak sanggup bekerja dalam waktu lama, penghasilan yang diperoleh sangat terbatas dan jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Penghasilan yang diperoleh sangat terbatas dan jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Saat ini Pak Ahmad harus rutin menjalani kontrol dan pengobatan. Beliau juga membutuhkan oksigen setiap hari untuk membantu pernapasannya. Dokter menyarankan penggunaan Portable Oxygen Concentrator agar Pak Ahmad dapat bernapas lebih nyaman dan tidak terus bergantung pada isi ulang tabung oksigen. Namun harga alat tersebut mencapai sekitar Rp20.000.000, jumlah yang tidak mampu dipenuhi keluarga.
Kebutuhan Donasi
Dana yang terkumpul akan digunakan untuk:
β Pengadaan Portable Oxygen Concentrator bagi Pak Ahmad.
β Biaya pengobatan, kontrol rutin, pembelian obat dan Transportasi
β Kebutuhan oksigen dan perlengkapan kesehatan.
β Biaya pendidikan Naufal dan adiknya agar tetap dapat bersekolah.
Mungkin bagi kita, harga satu bungkus kerupuk tidak berarti banyak. Namun bagi Naufal, setiap kerupuk yang berhasil terjual adalah harapan agar ayahnya bisa terus berobat.
Sahabat Kebaikan, Hari ini, kita memiliki kesempatan untuk mengubah perjuangan seorang anak menjadi harapan baru bagi keluarganya. Mari bersama membantu memenuhi kebutuhan pengobatan Pak Ahmad, menyediakan alat bantu pernapasan yang dibutuhkan, serta menjaga agar Naufal tetap bisa bersekolah tanpa harus memikul beban yang terlalu berat di usianya.
Satu donasi dari Sahabat Kebaikan dapat menjadi alasan bagi Naufal untuk terus tersenyum dan percaya bahwa ia tidak berjuang sendirian.
Yuk, salurkan donasi terbaikmu dengan cara:
Informasi:
Akta Pendirian No 16, Tanggal 11 Agustus 2025.
Nomor SK Kemenkumham: AHU-0017717.AH.01.04.Tahun 2025
β β Nomor NIB: 1408250124105
Kantor Gapura Kebaikan
Vila Bandung Indah A15 No.4, Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40622.
Whatsapp Center: 0821-2022-7491
Disclaimer: Informasi dan konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik