ImageTOLONG! Kursi Roda Hampir Roboh, Tubuh Fajar Makin...
Image

TOLONG! Kursi Roda Hampir Roboh, Tubuh Fajar Makin Kaku Setiap Hari.

Rp 9.921.786 terkumpul dari Rp 87.000.000
111 Donasi sudah berakhir

Penggalang Dana

Image

"Saya nggak butuh kaya... Saya cuma ingin Fajar bisa hidup layak, walau nanti saya udah nggak ada."

– Bu Ai, ibu pejuang yang bertahan demi anak semata wayangnya

Di balik kesunyian gang sempit sebuah kampung kecil, langkah kaki seorang ibu terdengar pelan, seret, sambil mendorong sebuah kursi roda tua yang sudah berkarat. Suaranya berderit, bannya kempes sebelah, dan duduk di atasnya seorang bocah lelaki bernama Fajar, 10 tahun, yang tubuhnya tampak kecil dan kaku, dengan tatapan kosong ke langit. Ia tak bisa berjalan, tak bisa bicara lancar, dan tak bisa berdiri sendiri. Ia hanya bisa diam, kadang tersenyum samar ketika ibunya memanggil namanya pelan. Selebihnya, hari-harinya diisi oleh ketergantungan total pada ibunya: Bu Ai.

Bu Ai, 35 tahun, adalah potret nyata dari ketegaran yang terus diuji tanpa jeda. Ia bukan hanya ibu rumah tangga. Ia adalah perawat, guru, pelindung, penghibur, bahkan "dunia" itu sendiri bagi Fajar—anak semata wayang yang lahir dengan Cerebral Palsy, gangguan sistem saraf yang membuat Fajar tak bisa berkembang seperti anak-anak seusianya. Ia tak mampu makan sendiri, mengganti pakaiannya sendiri, bahkan mengucap rasa sakit pun tak bisa ia sampaikan dengan kata.

Namun bukan hanya kondisi Fajar yang membuat kisah ini begitu memilukan. Bu Ai juga harus berjuang sendirian, karena sejak lima tahun lalu, suaminya pergi meninggalkan mereka begitu saja. Tanpa pesan, tanpa kabar, tanpa tanggung jawab. Tiga tahun terakhir, suaminya benar-benar hilang tanpa jejak. Tak ada uang nafkah, tak ada telepon, bahkan sekadar menanyakan kabar Fajar pun tidak pernah.


"Waktu dia pergi, saya sempat berpikir mungkin dia butuh waktu. Tapi sampai sekarang... Fajar bahkan nggak tahu siapa ayahnya. Kalau saya sebut namanya, Fajar cuma diam. Mungkin di benaknya, kata 'ayah' itu cuma dongeng," ucap Bu Ai, sembari menyeka air matanya dengan ujung kerudung yang sudah lusuh.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka berdua, Bu Ai berjualan kerupuk keliling. Setiap pagi ia bangun lebih awal untuk mempersiapkan dagangan seadanya, lalu mendorong Fajar dalam kursi roda usang sambil membawa dagangannya dalam kantong plastik di sisi kiri dan kanan. Kadang, tangan kirinya mendorong kursi roda, tangan kanannya mengangkat kerupuk. Jalannya pelan, berat, tapi tak pernah terhenti.

Pendapatannya pun sangat kecil, hanya sekitar Rp 20.000 sampai Rp 30.000 per hari. Itu pun kalau dagangannya habis. Dari uang itu, ia harus membagi untuk makan, beli popok, sabun, air bersih, dan kadang menabung sedikit demi sedikit untuk obat Fajar jika tiba-tiba demam atau kejang.


"Kalau dia sakit... saya cuma bisa nangis. Saya nggak punya siapa-siapa, nggak punya uang buat bawa ke rumah sakit. Pernah sekali saya pinjam uang, tapi sekarang malah punya utang yang belum lunas sampai sekarang,” ucapnya dengan suara tertahan.

Kursi roda khusus cerebral palsy yang digunakan Fajar adalah pemberian dari tetangga yang iba. Kursi itu sudah goyah, tidak stabil, dan membahayakan. Tapi Bu Ai tidak punya pilihan lain. Tak hanya tak mampu membeli kursi baru, untuk membeli kebutuhan harian pun harus ditakar. Terkadang mereka hanya makan nasi dengan garam atau mie instan, jika tak ada kerupuk yang laku.

Di usia 10 tahun, Fajar belum pernah merasakan terapi yang layak. Ia belum bisa berdiri. Sendi-sendi tubuhnya makin kaku. Jika tidak segera ditangani, kondisi Fajar akan semakin memburuk, bahkan bisa memicu komplikasi serius yang membahayakan nyawanya.

Dan Bu Ai tahu... waktunya sebagai seorang ibu pun tidak abadi.

"Kalau saya sudah nggak ada... siapa yang akan urus Fajar? Dia bahkan nggak bisa bilang lapar... nggak bisa bilang sakit. Siapa yang tahu kalau dia butuh sesuatu? Saya takut banget..."

🌟 Mari Hadir Menjadi Harapan untuk Bu Ai dan Fajar

Sahabat Inisiatif, Bu Ai adalah simbol dari cinta tak bersyarat. Ia rela menahan lapar, menahan tangis, menahan nyeri demi satu tujuan: agar anaknya tetap hidup. Kini saatnya kita bergandengan tangan, menjadi bagian dari harapan itu, menjadi pelindung kedua bagi Fajar yang tak berdaya.

Bantuan dari Anda akan digunakan untuk:

  • Membeli makanan bergizi dan popok untuk Fajar
  • Menyediakan obat-obatan dan peralatan kebersihan
  • Mengganti kursi roda khusus CP yang aman dan layak
  • Membantu akses terapi dan konsultasi medis berkala
  • Memberikan modal usaha sederhana untuk Bu Ai
  • Merenovasi tempat tinggal agar lebih nyaman dan sehat
  • Menyediakan dana simpanan jangka panjang untuk Fajar

📣 Jangan Biarkan Bu Ai Berjuang Sendiri

📍 Klik tombol Donasi Sekarang
📍 Bagikan cerita ini di media sosial Anda
📍 Jadilah bagian dari keluarga besar yang menjaga masa depan Fajar

“Cinta seorang ibu bisa menjaga seorang anak seumur hidup. Tapi cinta dari kita semua bisa menjaga anak itu, bahkan setelah ibunya tiada.”

📌 Disclaimer:

Seluruh donasi yang terkumpul akan digunakan secara transparan untuk memenuhi kebutuhan harian, perawatan, dan masa depan Fajar. Jika terdapat kelebihan dana, maka akan digunakan sebagai dana simpanan jangka panjang untuk Fajar atau untuk penerima manfaat lain di bawah pengawasan Yayasan Wahdah Inisiatif Kebaikan, dengan asas transparansi dan keadilan distribusi.

Kantor Yayasan Wahdah Inisiatif Kebaikan

Jl. Graha Jati No.5 RT001/RW013 Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kode Pos 40216

Informasi & Konfirmasi Donasi

+62 877-7717-71745 ( Call Center ).


Disclaimer : informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.

Baca selengkapnya ▾

  • July, 17 2025

    Campaign is published

Sobat Baik3 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.307
Muhammad hudan3 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.692
Sobat Baik3 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 100.681
Sobat Baik3 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.840
Tutut3 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 100.014

Fundraiser (1)

Good Army
Berhasil mengajak 92 orang untuk berdonasi.
Rp  7.731.543
Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik (34)

Sobat Baik3 bulan yang lalu
Syafakallah Mas Fajar
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Tutut3 bulan yang lalu
Bismillah akan indah pada waktunya
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Rofiqoh dian herawati3 bulan yang lalu
Semoga bermanfaat
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Teuku Mohammad Diansyah3 bulan yang lalu
Atas nama Teuku Mohammad Diansyah bin Teuku Saiful Bahri.. Mohon doa nya supaya hutang hutang saya Allah lunaskan segera
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Eva Novalia3 bulan yang lalu
Mohon diberikan kesehatan untuk keluarga kami
Image
Aaminn-kan doa ini
+1
Bagikan melalui:
✕ Close