

Di usia 81 tahun, Emak Jenong masih harus berjuang merawat dua cucunya yang yatim seorang diri. Mereka tinggal di rumah yang sudah sangat rapuh dan hampir roboh. Saat hujan turun, air bocor dari berbagai sisi, bahkan mereka selalu dihantui rasa takut jika rumah itu ambruk.

Sejak ayah cucunya meninggal dunia, Emak Jenong menjadi tempat bergantung mereka. Sementara sang ibu bekerja sebagai buruh serabutan di Bantar Gebang dan hanya sesekali pulang, kedua anak itu tumbuh dalam kasih sayang sang nenek yang kini sudah renta.
Karena usia dan penglihatannya yang semakin menurun, Emak Jenong tidak lagi mampu bekerja. Kondisi ekonomi mereka pun sangat memprihatinkan. Persediaan beras sering habis, sehingga mereka hanya bisa makan jika mendapat bantuan dari tetangga atau saudara. Bahkan, tak jarang mereka harus menahan lapar hingga sore hari.

Andra, cucu bungsunya yang masih duduk di kelas 2 SD, sering berangkat sekolah tanpa uang jajan. Sementara kakaknya terpaksa berhenti sekolah saat akan memasuki kelas 3 SMP karena tidak ada biaya. Emak Jenong hanya berharap kedua cucunya bisa tetap makan, melanjutkan sekolah, dan tinggal di rumah yang lebih aman.
Mari hadirkan harapan baru untuk Emak Jenong dan kedua cucunya. Bantuan yang diberikan akan membantu memenuhi kebutuhan pangan, pendidikan, serta memperbaiki rumah mereka agar dapat hidup dengan lebih layak.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik