


Di usianya yang sudah menginjak 80 tahun, seharusnya Abah Yayat asal Peundeuy-Garut, bisa beristirahat dengan tenang. Namun, kenyataan pahit justru menghantam pundaknya yang sudah renta.

Setiap hari dari pagi hingga malam, Abah berjalan kaki lebih dari 5 km sambil memikul anyaman atap. Satu buah atap hanya dihargai Rp3.000. Karena keterbatasan fisik, Abah hanya mampu membawa 3 sampai 5 buah atap saja sekali jalan. Jika tidak ada pembeli, ia menyambung hidup dengan menjadi buruh tani serabutan.

Mirisnya, tetangganya malah memanfaatkan Abah untuk meminjam uang ke bank sebesar Rp36.000.000 menggunakan KTP dan sertifikat rumah milik Abah. Setelah uang cair, si penipu membawa kabur seluruh uangnya dan menghilang entah ke mana.

Kini, Abah Yayat terancam kehilangan satu-satunya tempat bernaung jika tidak membayar cicilan bank sebesar Rp2.000.000-Rp3.000.000 setiap bulan selama 3 tahun ke depan. Bayangkan, berapa ribu anyaman atap yang harus Abah buat dan jual demi membayar hutang yang bahkan tidak ia nikmati hasilnya?
Yuk sisihkan sebagian rezeki kita dan bantu Abah Yayat.
Disclaimer : informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik