
“Rumah Abah sudah hancur, Nak... Sekarang kalau malam Abah cuma bisa pasrah kedinginan di luar.” - Ungkap Abah Daspan
Pilunya nasib Abah Daspan. Di masa senjanya, ia harus kehilangan satu-satunya tempat berteduh. Rumah yang selama puluhan tahun melindunginya dari panas dan hujan, kini rata dengan tanah setelah roboh diterjang angin kencang.

Beruntung, nyawa Abah selamat meski langkah kakinya sudah tertatih-tatih saat berusaha menghindari reruntuhan. Namun kini, penderitaan baru dimulai. Karena tak punya biaya sepeser pun untuk membangun kembali, Abah terpaksa tidur di luar, "ngemper" di atas bale bambu sederhana. Bayangkan, seorang lansia renta harus menahan dinginnya angin malam.

Untuk makan sehari-hari, Abah hanya mengandalkan belas kasihan tetangga atau kiriman alakadarnya dari sang cucu. Kedua anak Abah bukannya tak peduli, namun hidup mereka pun terjepit kemiskinan yang sama beratnya. Kini, Abah hanya bisa duduk terdiam menatap reruntuhan rumahnya.
Jangan biarkan Abah Daspan terus berteman dengan dinginnya malam. Mari jadi alasan bagi Abah Daspan untuk bisa tidur nyenyak di bawah atap yang layak kembali. Sedikit bantuanmu adalah harapan besar bagi masa tua Abah.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik