

Di Kampung Pasir Angin, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, sekitar 110 keluarga hidup di kawasan perbukitan yang rawan longsor. Kekhawatiran semakin terasa setiap kali hujan deras turun. Bukan tanpa alasan, pada 2011 pernah terjadi longsor besar yang membawa material tanah dan batu hingga menimbulkan korban jiwa.

Namun di tengah ancaman tersebut, ada dua warga yang memilih untuk tidak hanya menunggu. Pak Dadi (65) dan Pak Asep (55), dua petani yang dengan sederhana dan swadaya terus menanam pohon di berbagai titik yang dianggap rawan. Mereka menempuh medan terjal, membawa bibit di punggung, lalu menanamnya satu per satu. Kegiatan yang awalnya dilakukan atas anjuran penghijauan sejak 2020 itu kini telah menjadi bentuk kepedulian yang mereka jalankan atas kesadaran sendiri.

Dengan penghasilan yang terbatas, keduanya bahkan membeli sekitar 50 bibit setiap minggu menggunakan uang pribadi. Mereka menanam kayu putih, kayu alba, dan berbagai pohon keras lainnya di lahan warga dengan izin, tanah desa, hingga area yang berpotensi mengalami longsor. Bagi mereka, pohon bukan sekadar tanaman. Ia adalah ikhtiar untuk menjaga tanah tetap kuat, lingkungan tetap hijau, dan warga dapat hidup dengan lebih tenang.

Kini, perjuangan Pak Dadi dan Pak Asep membutuhkan dukungan kita. Melalui Amal Mulia Peduli Lingkungan, mari bersama menghadirkan lebih banyak bibit dan mendukung upaya penghijauan di wilayah rawan longsor. Satu pohon mungkin terlihat sederhana, tetapi ketika ditanam bersama, ia dapat menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kehidupan dan masa depan banyak keluarga.
Sedekah darimu adalah langkah nyata untuk sama-sama Peduli Lingkungan
Disclaimer : informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik