

Bah Sakim (77 tahun) menghiasi masa tuanya dengan berjualan balon keliling demi bisa makan dan tidak kelaparan berbekal kakinya yang pincang karena tertusuk dan dirawat seadanya.

Hasil jualan balon abah tidak menentu setiap harinya, hanya cukup untuk makan seadanya dan menyimpan untuk membayar sewa kontrakan berukuran 2x3 meter agar tidak menunggak dan diusir.
namun dalam perjalanannya sering sekali jualan abah sepi bahkan tidak ada yang beli walau sudah berjalan berkeliling belasan kilometer.
—”hasil (jualan) nggak tentu, kemarin dan hari ini aja belum ada yang beli” ungkapnya.

jika hasil jualannya tidak bagus, abah hanya bisa makan seadanya dan berharap dihari lain lebih banyak yang membeli balonnya agar bisa membayar sewa kontrakan di akhir bulan.
—”nggak mau nunggak, daripada diusir lebih baik abah beli nasi nasi putih aja makan nggak pake lauk”

padahal selain faktor usia yang membuatnya tak sekuat saat muda, kondisi abah kini pincang karena tertusuk bambu dan karena keterbatasan biaya membuatnya merawat lukanya seadanya. kini untuk berjalan pun sangat sulit bagi abah, namun demi melanjutkan hidupnya tetap berusaha.
abah punya anak sebetulnya, namun dalam keadaan yang sama-sama sulit dan sudah tinggal jauh dari abah tidak bisa membatu sang ayah sebagaimana mestinya.
Sahabat, Abah tidak meminta lebih. Ia hanya ingin disisa usianya bisa menrasakan makan dengan layak dan tidur dalam keadaan tenang. Mari bbantu abah mewujudkan keinginannya agar bisa menikmati ssisa umurnya dengan baik.
Disclaimer : informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik