

Bayangkan setiap subuh, di saat kita bisa berwudhu dengan air bersih yang melimpah dan bersujud di atas sajadah yang empuk, saudara-saudara kita di Kampung Pangiang harus menghadapi kenyataan yang sangat miris.
Sudah 10 tahun berlalu sejak berdiri Masjid Asy-Syuhada di tahun 2016. Kondisi tempat ibadah satu-satunya mereka sangat memprihatinkan, bangunannya masih setengah jadi, dindingnya menggunakan bata dan kayu seadanya yang kini lapuk dan rapuh. Sebagian batako belum diplester. Pintu mushola bahkan hanya ditutupi kain hijau yang lusuh. Atap hanya menggunakan seng yang belum tertutup sempurna.

Lantainya pun hanya berupa semen yang mulai retak, begitu juga karpet sajadah yang digunakan jamaah sudah lusuh, kotor, berdebu, bahkan jahitannya sudah banyak terlepas. Mukena dan sarung yang digunakan sebagian sudah sobek dan tidak lengkap.
Selama ini masyarakat hanya mampu melakukan perbaikan kecil melalui iuran jamaah dan gotong royong seadanya. Semua dibangun semampu yang mereka bisa, karna mayoritas warga bekerja sebagai pekebun dan buruh harian dengan penghasilan yang sangat terbatas.

Bahkan di kampung ini terdapat sekitar 40 mualaf yang baru mengenal Islam, Masjid Asy-Syuhada inilah tempat pertama mereka belajar sujud, belajar mengaji, dan mengenal agama lebih dalam dan ke 35 Kepala Keluarga melaksanakan sholat berjamaah, anak-anak belajar mengaji, hingga majelis taklim rutin dilaksanakan.
Masjid terdekat berada sekitar 700 meter dari kampung. Jarak yang cukup jauh bagi anak-anak dan para lansia. Karena itulah Mushola Asyuhada menjadi satu-satunya tempat ibadah yang dapat dijangkau warga untuk menjalankan aktivitas keagamaan sehari-hari.

Tak hanya kondisi bangunan yang memprihatinkan, masyarakat juga masih mengalami krisis air bersih. Warga bergantung pada sumur tradisional dan sungai yang sering mengering saat musim kemarau tiba.
“Belum ada bantuan masuk untuk kami. Karpet yang kami gunakan sudah sangat tidak layak pakai. Jamaah kami secara ekonomi pas-pasan, bahkan untuk membeli sarung atau mukena pun mereka tidak mampu. Kami hanya bisa berdoa semoga para donatur diberikan keberkahan oleh Allah SWT.” Imam Masjid Asy - Syuhada

Mari bantu saudara-saudara kita di Pangiang, Sulawesi Utara, menghadirkan tempat ibadah yang kokoh, aman, dan nyaman digunakan untuk beribadah bagi para jamaah, anak-anak pengaji, dan para mualaf yang sedang belajar mendekat kepada Allah SWT.
"Siapa yang membangun masjid karena Allah, walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah membangunkan rumah seperti itu pula di Surga."
(HR. Ibnu Majah)
Disclaimer : informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik