

Setiap kali hujan turun, air mengalir masuk ke dalam masjid. Atap yang bocor, kayu penyangga yang lapuk, serta dinding yang berlubang membuat jamaah beribadah dalam rasa khawatir takut atap runtuh, takut bangunan roboh.
Masjid Nurul Huda, yang berdiri sejak tahun 1996, telah berusia hampir tiga dekade. Masjid ini menjadi satu-satunya tempat ibadah bagi seluruh warga Kampung Kompak, Desa Sukamaju, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut.

Namun kini, kondisi masjid semakin memprihatinkan. Atap dan genteng banyak yang rusak dan sering bocor, dinding berlubang, serta kayu penyangga yang rapuh membuat air hujan masuk dan mengganggu kekhusyukan ibadah. Karpet yang digunakan untuk bersujud pun sudah sangat lusuh.

Setiap hari, masyarakat tetap melaksanakan shalat berjamaah, dan setiap pekan masjid ini tak pernah sepi saat shalat Jumat, meski ukurannya hanya sekitar 10 x 5 meter. Sejak dibangun pada tahun 1996, masjid ini telah tiga kali direnovasi secara sederhana dengan bahan yang mudah lapuk karena keterbatasan biaya.

Masjid Nurul Huda dibina oleh Pak Undang Sulaiman (55 tahun), tokoh masyarakat sekaligus imam masjid yang setia mengabdikan dirinya untuk membimbing kegiatan keagamaan warga. Bersama masyarakat, beliau terus menghidupkan shalat berjamaah, pengajian, hingga kegiatan Ramadhan, meski di tengah keterbatasan.
Di balik kondisi bangunan yang rapuh dan ekonomi yang terbatas, semangat warga Kampung Kompak untuk memakmurkan masjid tidak pernah surut.

Mari bersama-sama membangun kembali Masjid Nurul Huda agar menjadi masjid yang aman, kokoh, dan layak. Agar masyarakat Kampung Kompak dapat beribadah dengan tenang, khusyuk, dan tanpa rasa khawatir.
Disclaimer : informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik