

Di Kampung Mulyasari, Garut, Jawa Barat, berdiri sebuah masjid kecil yang sudah menjadi tempat ibadah satu-satunya bagi warganya selama lebih dari 35 tahun. Tapi masjid sudah tidak layak lagi untuk digunakan.

Kondisi bangunannya pun sangat memprihatinkan. Setiap kali hujan turun, 60 kepala keluarga di pelosok Garut tidak bisa beribadah dengan khusyuk. Lantai becek, atap bocor, dan dinding triplek yang lapuk itulah kenyataan yang mereka rasakan ketika salat di Masjid Al-Huda, satu-satunya tempat ibadah yang mereka miliki.

Berukuran 6 meter persegi bahkan tak cukup untuk menampung seluruh jamaah. Setiap shalat berjamaah, sebagian jamaah terpaksa shalat di luar masjid, di tanah terbuka. Ketika musim hujan tiba, tanah di sekitar masjid berubah menjadi lumpur. Ibu-ibu yang ingin shalat berjamaah harus memilih berdiri di atas lumpur.

Selain itu, penerangan di dalam masjid sangat minim. Akses jalan menuju masjid sangat sulit di sepanjang jalan berbatu dan rawan longsor. Warga sebenarnya sudah berupaya memperbaiki masjid ini. Namun karena keterbatasan ekonomi, renovasi hanya bisa dilakukan dengan bahan seadanya triplek dan material semi permanen. Hasilnya, masjid harus diperbaiki ulang hampir setiap tahun, berulang tanpa ujung.

Di tengah semua keterbatasan itu, ada satu sosok yang tidak pernah menyerah Pak Suryaman kini usianya sudah 70 tahun beliau menjaga denyut kehidupan Masjid Al-Huda mengimami shalat berjamaah, membimbing pengajian anak-anak, bapak-bapak, dan ibu-ibu, setiap hari, tanpa henti.

Semangat Pak Suryaman adalah cerminan dari harapan seluruh warga Kampung Mulyasari. Mereka bukan meminta yang mewah. Mereka hanya ingin bisa shalat berjamaah di dalam ruangan yang tidak bocor. Para ibu ingin bisa bersujud tanpa khawatir lantai basah dan berlumpur. Anak-anak ingin bisa mengaji dengan penerangan yang cukup.
Sahabat, yuk bantu bangun masjid Al-Huda menjadi masjid yang kokoh di mana 60 kepala keluarga di Kampung Mulyasari bisa beribadah dengan layak dan khusyuk.
Disclaimer : informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik